Meningkatkan Kesadaran terhadap Cacar Monyet melalui Penerapan PHBS

Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali mengingatkan warga agar tidak lengah menghadapi cacar monyet atau monkeypox. Di tengah temuan kasus yang masih dipantau, pemerintah daerah menilai langkah paling dasar justru menjadi pertahanan pertama: menjaga kebersihan diri, disiplin menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta lebih peka terhadap gejala yang muncul di sekitar kita.

PHBS Jadi Benteng Awal

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari. Ia mengajak warga Jakarta untuk terus menjaga kebersihan diri dengan menerapkan PHBS agar risiko penularan monkeypox bisa ditekan.

Langkah sederhana seperti memakai masker saat sakit, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dinilai penting untuk dilakukan. Dinkes juga menekankan perlunya sikap lebih bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi, termasuk tidak berganti-ganti pasangan.

Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Ani menjelaskan bahwa cacar monyet umumnya ditandai demam, nyeri tulang dan otot, munculnya lenting berisi cairan atau luka pada kulit, serta pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau lipatan paha. Gejala-gejala ini perlu diwaspadai karena dapat menjadi petunjuk awal sebelum kondisi berkembang lebih jauh.

Penularan terjadi melalui kontak erat kulit dengan lenting atau lesi pada penderita. Dari kontak semacam itu, bisa muncul mikrolesi pada kulit yang membuka jalan bagi virus masuk ke tubuh. Karena itu, kewaspadaan tidak hanya soal mengenali gejala, tetapi juga memahami bagaimana virus berpindah dari satu orang ke orang lain.

Kasus Masih Dipantau, Vaksin Diberikan Terbatas

Hingga saat ini, tercatat 12 pasien positif mpox masih menjalani isolasi di rumah sakit, sementara satu orang lainnya sudah dinyatakan sembuh. Di sisi lain, Dinkes juga meminta masyarakat aktif melaporkan persoalan kesehatan di lingkungan masing-masing yang memerlukan penanganan petugas kesehatan.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Prima Yosephine menegaskan vaksinasi cacar monyet tidak diberikan untuk masyarakat luas. Vaksin hanya ditujukan kepada orang yang memiliki kontak erat dengan penderita, sebagai upaya membatasi penularan.

Kemenkes juga menjalin kerja sama dengan sejumlah organisasi pemerhati komunitas LSL dan biseksual. Langkah ini dilakukan karena enam kasus aktif yang berada di Indonesia terjadi pada orang dengan orientasi biseksual.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles