Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memberikan pendampingan psikologis kepada atlet panjat tebing Indonesia. Dalam konferensi pers turnamen Kualifikasi Panjat Tebing Zona Asia atau IFSC Climbing Asian Qualifier 2023, Dito mengatakan bahwa psikologi olahraga (sport psychology) panjat tebing perlu diperkuat.
Menurut Dito, penampilan para atlet panjat tebing di Asian Games 2022 Hangzhou dipengaruhi oleh kondisi psikologis yang dihadapi saat bertanding. Ketidakstabilan psikologis ini bisa menyebabkan ketegangan yang memengaruhi performa atlet. Dengan memberikan pendampingan dan performa psikologis kepada atlet, diharapkan mereka dapat tampil lebih baik di masa depan.
Dito juga menyebut bahwa Kemenpora telah meminta tim pakar yang sebelumnya memberikan pendampingan kepada Timnas Sepak Bola, untuk juga memberikan pendampingan kepada Timnas Panjat Tebing. Hal ini sebagai bentuk dukungan Kemenpora kepada Veddriq Leonardo dan rekan-rekannya menjelang turnamen IFSC Climbing Asian Qualifier 2023 yang akan digelar di Jakarta pada 9-12 November 2023.
Dito menegaskan bahwa Kemenpora hadir untuk mendukung penyelenggaraan acara dan kesiapan pelatihan jangka panjang dan pendek bagi Timnas Panjat Tebing. Hal ini sejalan dengan Desain Besar Olahraga Indonesia (DBON).
IFSC Climbing Asian Qualifier 2023 akan mempertandingkan dua nomor lomba, yaitu lead & boulders dan speed. Indonesia akan mengirimkan 12 atlet dalam pertandingan tersebut. Atlet yang meraih medali emas di kedua nomor perlombaan secara otomatis akan mendapatkan tiket menuju Olimpiade 2024 Paris.
Dito juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung para atlet dengan menonton secara langsung di Lot 11, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Acara ini akan berlangsung secara gratis dan diharapkan dapat menjadi acara bersejarah.
Artikel ini ditulis oleh Nadia Putri Rahmani dan diedit oleh Dadan Ramdani.

