Barcelona akhirnya merasakan kekalahan pertamanya di Liga Champions musim ini setelah takluk 0-1 dari Shakhtar Donetsk pada laga Grup H di Stadion Volksparkstadion, Hamburg, Jerman, Rabu dini hari WIB. Hasil ini menjadi pukulan bagi Blaugrana yang sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan, namun gagal mengubah kontrol permainan menjadi gol.
Shakhtar Lebih Efektif Saat Barcelona Dominan
Secara statistik, Barcelona unggul jauh dalam penguasaan bola dengan 64 persen dan melepaskan 12 tembakan. Namun, dominasi itu tidak cukup untuk membongkar pertahanan Shakhtar yang bermain disiplin dan sabar menunggu momen. Tim asal Ukraina justru tampil lebih tajam dalam memanfaatkan peluang yang datang, dan satu kesempatan bersih sudah cukup untuk menentukan hasil akhir.
Barcelona sempat mengancam lebih dulu lewat sepakan Ilkay Gundogan, tetapi peluang tersebut belum menemui sasaran. Di sisi lain, Shakhtar juga sempat mendapat ruang melalui tendangan voli Mykola Matviyenko, namun upaya itu masih mampu digagalkan kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen.
Gol Danylo Sikan Ubah Jalannya Laga
Momentum pertandingan berubah menjelang turun minum. Danylo Sikan mencetak gol pada menit ke-40 setelah menyambut umpan Giorgi Gocholeishvili lewat sundulan yang tak mampu dihentikan lini belakang Barcelona. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta dan sekaligus mengunci keunggulan Shakhtar hingga laga berakhir.
Memasuki babak kedua, Barcelona meningkatkan tekanan dan berupaya mengejar ketertinggalan melalui sejumlah peluang serta pergantian pemain. Meski serangan terus mengalir ke area pertahanan lawan, Shakhtar tetap rapat menjaga organisasi permainan. Upaya Barcelona untuk menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil, sementara tuan rumah berhasil mempertahankan keunggulan tipis mereka sampai peluit akhir.
Klasemen Grup H Tetap Ketat
Meski menang, Shakhtar Donetsk belum beranjak dari posisi ketiga klasemen sementara Grup H dengan enam poin dari empat pertandingan. Barcelona masih memimpin klasemen dengan sembilan poin, tetapi kekalahan ini membuat persaingan di grup tersebut tetap terbuka. Bagi Shakhtar, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan juga bukti bahwa mereka mampu menghukum lawan yang lebih dominan jika diberi satu celah saja.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

