Gelaran Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2023 menjadi panggung persaingan yang ketat bagi para sineas Tanah Air. Dengan total 22 kategori penghargaan, ajang ini kembali menegaskan bahwa film Indonesia terus bergerak dinamis, baik di ranah artistik, teknis, maupun apresiasi penonton. Tak hanya Piala Citra, FFI tahun ini juga memberi ruang bagi penghargaan khusus yang menyoroti kerja-kerja penting di balik layar dan dukungan publik terhadap film-film pilihan.
Women from Rote Island Dominasi Malam Penghargaan
Film Women from Rote Island keluar sebagai pemenang terbesar dengan membawa pulang empat Piala Citra. Film ini dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik, sementara Jeremias Nyangoen meraih gelar Sutradara Terbaik sekaligus Penulis Skenario Asli Terbaik. Satu penghargaan lain datang dari sisi visual lewat Joseph Christoforus Fofid yang terpilih sebagai Pengarah Sinematografi Terbaik.
Pencapaian itu membuat Women from Rote Island menjadi salah satu sorotan utama FFI 2023, terutama karena keberhasilannya menyapu kategori-kategori penting yang menilai kualitas cerita, penyutradaraan, dan aspek visual sekaligus.
Budi Pekerti Raih Dua Kemenangan Penting
Di sisi lain, Budi Pekerti yang disutradarai sekaligus ditulis Wregas Bhanuteja datang ke ajang ini dengan 17 nominasi. Dari banyaknya peluang itu, film tersebut mengamankan dua penghargaan akting bergengsi. Prilly Latuconsina dinobatkan sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, sedangkan Sha Ine Febriyanti meraih Pemeran Utama Perempuan Terbaik.
Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di kategori akting berlangsung merata. Nama-nama yang menang bukan hanya datang dari film yang paling banyak dibicarakan, tetapi juga dari penampilan yang dianggap paling kuat oleh dewan juri.
Daftar Pemenang Piala Citra FFI 2023
Bidang Film
Film Cerita Panjang Terbaik: Women from Rote Island (Rizka Shakira)
Film Dokumenter Pendek Terbaik: Wisisi Nit Meke (Boni Lany, Arif Budiman, dan Harun Rumbarar)
Film Pendek Terbaik: Evakuasi Mama Emola (Anggun Priambodo)
Film Dokumenter Panjang Terbaik: Eksil (Lola Amaria)
Film Animasi Pendek Terbaik: Trungtung (Bony Wirasmono)
Bidang Teknis dan Skenario
Sutradara Terbaik: Jeremias Nyangoen (Women from Rote Island)
Pengarah Sinematografi Terbaik: Joseph Christoforus Fofid (Women from Rote Island)
Penyunting Gambar Terbaik: Aline Jusria (Like & Share)
Penata Efek Visual Terbaik: Kalvin Irawan (Sri Asih)
Penata Suara Terbaik: Aria Prayogi, M. Ichsan Rachmaditta, dan Muhammad Akbar Patawari (Like & Share)
Penata Musik Terbaik: Abel Huray (Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang)
Pencipta Lagu Tema Terbaik: Yura Yunita, Donne Maulana, dan Marchella FP – “Jalan Pulang” dari Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang
Pengarah Artistik Terbaik: Dita Gambiro (Like & Share)
Penata Busana Terbaik: Retno Ratih Damayanti (Puisi Cinta yang Membunuh)
Penata Rias Terbaik: Aktris Handradjasa (Sri Asih)
Penulis Skenario Asli Terbaik: Jeremias Nyangoen (Women from Rote Island)
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: M. Irfan Ramli (24 Jam Bersama Gaspar)
Bidang Akting dan Penghargaan Khusus
Pemeran Utama Pria Terbaik: Reza Rahadian (Berbalas Kejam)
Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Sha Ine Febriyanti (Budi Pekerti)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Marthino Lio (The Big 4)
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Prilly Latuconsina (Budi Pekerti)
Pengabdian Seumur Hidup: H.M. Soleh Ruslani (sinematografer) dan Raam Punjabi (produser)
Kritik Film Terbaik (Piala Tanete Pong Masak): Like & Share: Yang Tidak Tertangkap Layar dari Rekaman KBGO – Permata Adinda – Cinemapoetica.com
Film Pilihan Penonton (Piala Lilik Sudjio): Ketika Berhenti di Sini (Yahni Damayanti, Prilly Latuconsina, Umay Shahab, dan Lisbeth Simarmata)
Aktor Pilihan Penonton (Piala A.N. Alcaff): Refal Hady (Ketika Berhenti di Sini)
Aktris Pilihan Penonton (Piala Dhalia): Rachel Vennya (Sleep Call)
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

