Warisan Budaya Reog Ponorogo Sebagai Bagian dari Negara-negara yang Terkena Gempa Kemarin

Sejumlah peristiwa humaniora pada Kamis (4/1) masih menyisakan perhatian publik, mulai dari pengakuan internasional terhadap Reog Ponorogo hingga posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan frekuensi gempa tertinggi di dunia. Di tengah rangkaian kabar itu, muncul pula informasi penting dari sektor pendidikan, bencana alam, dan isu kekerasan berbasis gender yang kembali menegaskan beragam persoalan sosial yang sedang dihadapi.

Reog Ponorogo Makin Dekat ke Panggung Warisan Dunia

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menyampaikan bahwa berkas usulan atau dossier Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya tak benda telah diterima oleh Sekretariat ICH UNESCO dan dinyatakan lengkap. Penerimaan berkas ini menjadi langkah penting dalam upaya membawa Reog Ponorogo ke pengakuan yang lebih luas di tingkat dunia.

Di tengah perhatian terhadap pelestarian budaya daerah, kabar ini menjadi penanda bahwa proses administratif menuju pengakuan UNESCO terus bergerak. Bagi masyarakat Ponorogo, Reog bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas yang melekat kuat dan diwariskan lintas generasi.

Kemenag Buka Pendaftaran Madrasah Unggulan

Dari sektor pendidikan, Kementerian Agama mengumumkan pembukaan pendaftaran Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) untuk belajar di madrasah-madrasah unggulan di seluruh Indonesia. Pembukaan ini memberi peluang bagi calon peserta didik yang ingin menempuh pendidikan di lingkungan madrasah dengan seleksi terpusat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag memperluas akses ke lembaga pendidikan yang memiliki reputasi unggul, sekaligus memberi pilihan lebih terarah bagi para orang tua dan siswa yang tengah mencari jalur pendidikan berbasis keagamaan.

Banjir dan Gempa Masih Jadi Sorotan

Di Jambi, banjir masih merendam sejumlah desa di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ketinggian air dilaporkan lebih dari 50 sentimeter atau setara di atas lutut orang dewasa, sementara ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir belum sepenuhnya surut dan masih memengaruhi aktivitas warga.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan data dari STATISTA yang menempatkan Indonesia sebagai negara urutan kedua dengan jumlah gempa terbanyak. Informasi ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di wilayah rawan bencana dan membutuhkan kewaspadaan yang tidak pernah kendor.

Komnas Perempuan Soroti Kasus Femisida di Malang

Di sisi lain, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menilai kasus suami yang membunuh dan memutilasi istrinya di Kota Malang, Jawa Timur, tergolong femisida. Istilah ini merujuk pada pembunuhan terhadap perempuan yang berkaitan dengan relasi kuasa dan kekerasan berbasis gender.

Kasus tersebut menambah daftar panjang kekerasan ekstrem terhadap perempuan yang memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan aparat penegak hukum. Bukan hanya soal tindak pidana, peristiwa ini juga memperlihatkan betapa rentannya perempuan ketika kekerasan dalam relasi rumah tangga tak terdeteksi sejak awal.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles