Lapas Kelas IIA Pontianak memulai langkah pembinaan yang lebih konkret dengan menggelar pelatihan kewirausahaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Senin (4/3). Program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya memberi bekal keterampilan yang bisa dipakai warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Bekal Usaha untuk Masa Setelah Bebas
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, Muhammad Tito Andrianto, dan turut dihadiri sejumlah pejabat serta peserta pelatihan. Dalam sambutannya, Tito menekankan bahwa pelatihan kewirausahaan memiliki nilai penting karena dapat menjadi modal nyata bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah menjalani masa pidana.
Ia juga menyebut bahwa langkah seperti ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, yang mendorong setiap warga binaan memperoleh bekal keterampilan agar tidak pulang tanpa kemampuan yang bisa dimanfaatkan di masyarakat.
Harapan Serius dan Berkelanjutan
Kalapas Kelas IIA Pontianak, Julianto Budhi Prasetyono, berharap para peserta tidak hanya hadir, tetapi benar-benar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan seperti ini perlu dimanfaatkan agar ilmu yang diterima tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan bisa menjadi dasar untuk memulai usaha atau bekerja secara mandiri.
Dukungan juga datang dari pihak BRI A Yani Pontianak yang mengapresiasi terselenggaranya program tersebut. Bagi mereka, pembinaan yang menyentuh aspek kemandirian ekonomi seperti ini dinilai relevan dengan kebutuhan reintegrasi sosial warga binaan.
Gelombang Pertama dan Akan Berlanjut
Pelatihan kewirausahaan ini merupakan gelombang pertama di Lapas Kelas IIA Pontianak. Pihak lapas menyampaikan program serupa akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya, sebagai bagian dari pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan bagi warga binaan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

