Keberadaan Planet Gurun dalam Film Dune Terbukti Realistis

Planet Gurun di Dune Ternyata Masuk Akal, Tapi Cacing Pasirnya Masih Dipertanyakan

Gambaran planet Arrakis dalam Dune selama ini kerap dianggap sekadar fantasi ilmiah yang jauh dari kenyataan. Namun, sebuah analisis iklim justru menunjukkan bahwa dunia gurun seperti itu bukan mustahil ada. Yang membuatnya menarik, temuan ini memperlihatkan bahwa bagian paling “masuk akal” dari Arrakis bukanlah cacing pasir raksasanya, melainkan kondisi planetnya sendiri.

Arrakis Bisa Hidup, Asal Letak Kota Tepat

Alexander Farnsworth, ahli iklim dari University of Bristol, menyimpulkan melalui simulasi iklim bahwa manusia berpotensi bertahan hidup di planet gurun seperti Arrakis. Syaratnya tidak sederhana: permukiman harus dibangun lebih dekat ke khatulistiwa ketimbang ke wilayah kutub. Dengan kata lain, lokasi menjadi penentu utama apakah sebuah dunia panas dan kering masih layak dihuni atau justru berubah menjadi wilayah yang terlalu ekstrem.

Simulasi tersebut disusun dengan mengacu pada fisika yang sudah dikenal dalam pengaturan cuaca dan iklim di Bumi. Para peneliti juga memakai informasi dari novel Frank Herbert serta Dune Encyclopedia untuk membangun gambaran Arrakis yang lebih detail. Hasilnya menunjukkan bahwa atmosfer Arrakis berbeda jauh dari Bumi, meski tetap memiliki karakter yang memungkinkan adanya suhu hangat.

Atmosfer Arrakis Lebih Hangat Meski CO2 Rendah

Salah satu temuan yang menonjol adalah kandungan karbon dioksida di atmosfer Arrakis yang lebih sedikit dibandingkan Bumi. Meski begitu, planet itu disebut memiliki ozon jauh lebih banyak. Kombinasi ini membuat Arrakis tetap hangat, walaupun kadar CO2-nya rendah. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa sebuah planet tidak harus menyerupai Bumi sepenuhnya untuk menjadi tempat yang secara teori masih bisa dihuni.

Namun, kelayakan hidup di sana tetap bergantung pada wilayah. Lintang tinggi dan area dekat kutub disebut menghadapi suhu ekstrem yang nyaris tak bisa ditoleransi tanpa bantuan teknologi. Sebaliknya, wilayah tropis menawarkan suhu yang lebih bersahabat, tetapi juga menyimpan ancaman lain berupa badai pasir besar yang dapat membentuk gundukan setinggi 250 meter.

Cacing Pasir Raksasa Masih Jadi Masalah

Jika planetnya masih mungkin dijelaskan secara ilmiah, hal yang sama tidak berlaku untuk cacing pasir raksasa yang menjadi ikon Dune. Patrick Lewis, ahli paleontologi vertebrata dari Sam Houston State University, menilai makhluk sepanjang itu melampaui batas kemungkinan biologis. Menurut dia, cacing pasir sepanjang 400 meter sulit dibayangkan bisa ada dalam bentuk yang dikenal saat ini.

Lewis menyebut bahwa jika makhluk sebesar itu benar-benar ada, kemungkinan besar ia harus memiliki struktur vertebrata seperti cacing Zygaspis dari Afrika Sub-Sahara, namun dalam ukuran yang jauh lebih besar. Meski begitu, skala tersebut tetap membuat keberadaannya sangat sulit diterima secara biologis. Jadi, bila Arrakis masih bisa dibayangkan sebagai planet yang realistis, penghuni paling terkenal di dunia itu justru tetap menjadi bagian yang paling mustahil.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles