Frans Asok Menyesali Kericuhan di Acara Naik Dango Pontianak

Acara Naik Dango Kota Pontianak ke-1 yang diadakan di Rumah Adat Aya Kalimantan Barat terganggu oleh adanya video yang menunjukkan sejumlah pemuda adu jotos selama acara tersebut. Video yang tersebar luas ini terjadi pada acara penutupan adat Naik Dango ke-1 Kota Pontianak pada tanggal 21 April 2024. Dalam video tersebut, terlihat sekelompok pemuda Dayak tanpa mengenakan baju saling memukul dan ada yang bahkan melempar meja saat terjadi perkelahian.

Kerumunan pemuda yang hendak menonton acara Naik Dango terganggu oleh perkelahian tersebut, sehingga mereka berusaha untuk menghentikan keributan tersebut. Frans Asok, seorang pecinta budaya Dayak, mengecam kejadian ini yang telah mencemarkan adat dan budaya suku Dayak. Dia menyatakan bahwa panitia harus bertanggung jawab dan memberikan sanksi adat kepada sekelompok pemuda yang terlibat dalam keributan tersebut, karena hal ini telah merusak tradisi budaya mereka.

Frans Asok menyatakan, “Ini adalah acara adat yang diadakan di rumah adat. Panitia harus bertanggung jawab dan memberikan sanksi adat kepada sekelompok pemuda yang terlibat dalam keributan ini, karena insiden ini telah mencemarkan budaya dan tradisi kita. Hal ini membuat kita merasa malu.”

Source link

Hot Topics

Related Articles