Surabaya, Media Kalbar — Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Timur bersama Ditlantas Polda Jatim memberi sorotan khusus pada upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui sebuah agenda penghargaan dan komitmen bersama yang digelar di Surabaya, 31 Mei 2024. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi penanda bahwa penurunan kecelakaan di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai menunjukkan hasil yang layak diapresiasi, sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah soal keselamatan jalan raya masih panjang.
Polres Berprestasi Diberi Penghargaan
Dalam acara yang turut disaksikan Dirgakkum Korlantas Polri, Direktur Operasional Jasa Raharja, Dirlantas Polda Jatim, serta jajaran pejabat utama dari Jasa Raharja, Polri, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, dan BPTD Wilayah V Jatim, sejumlah Polres menerima penghargaan atas capaian kinerja mereka. Penghargaan Penurunan Kejadian Laka Lantas diberikan kepada Polres Bangkalan. Sementara itu, Polres Probolinggo Kota dan Polres Trenggalek meraih penghargaan atas penurunan fatality rate.
Untuk kategori penyelesaian perkara terbanyak, penghargaan diberikan kepada Polres Sidoarjo dan Polres Mojokerto. Adapun penghargaan pengungkapan kasus tabrak lari diraih Polres Tulungagung dan Polres Ponorogo. Deretan apresiasi ini menunjukkan bahwa penanganan kecelakaan tidak hanya diukur dari angka kejadian, tetapi juga dari kecepatan penanganan dan kemampuan aparat mengurai kasus di lapangan.
20 Perusahaan Otobus Teken Pakta Integritas
Di momentum yang sama, Jasa Raharja, Ditlantas Polda Jatim, Dishub Provinsi Jawa Timur, dan BPTD Wilayah V Jatim juga menggelar penandatanganan pakta integritas keselamatan berlalu lintas oleh 20 perusahaan otobus di wilayah tersebut. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat komitmen penyedia transportasi umum agar lebih disiplin dalam aspek keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama Jasa Raharja, Kepolisian Republik Indonesia, dan para pemangku kepentingan terkait dalam menciptakan keselamatan di jalan raya. Ia menyebut momen tersebut juga dimaksudkan untuk memberi dorongan kepada jajaran Satlantas di wilayah Polda Jawa Timur agar terus memberikan pelayanan terbaik, terutama bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Fokus pada Bus dan Administrasi Kendaraan
Menurut Dewi, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis menjadi penting untuk mendorong angkutan umum yang benar-benar berkeselamatan. Ia berharap pakta integritas yang ditandatangani para perusahaan otobus tidak berhenti pada tanda tangan semata, melainkan berlanjut pada peningkatan mutu layanan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Sementara itu, Dirgakkum Korlantas Polri Brigadir Jenderal Polisi R. Slamet Santo menekankan bahwa kelayakan bus pariwisata, sarana dan prasarana, serta kelengkapan administrasi seperti STNK, KIR, dan perizinan harus menjadi perhatian utama dalam pengawasan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh data administrasi tersebut perlu dikolaborasikan dan diintegrasikan sebagai alat pengawasan bersama agar keselamatan transportasi publik bisa dijaga lebih konsisten.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

