Apple Intelligence, langkah awal Apple mengejar gelombang AI
Apple akhirnya ikut masuk lebih dalam ke arena kecerdasan buatan dengan memperkenalkan Apple Intelligence, sebuah upaya yang menandai perubahan arah penting bagi perusahaan asal Cupertino itu. Di tengah persaingan yang sudah lebih dulu ramai digarap para raksasa teknologi, Apple memilih pendekatan yang khas: bukan sekadar menempelkan label AI, melainkan menyisipkannya langsung ke sistem dan aplikasi yang sudah digunakan jutaan orang.
AI yang menyatu dengan ekosistem Apple
Fokus utama Apple Intelligence adalah membuat iPhone, iPad, dan Mac bekerja lebih cerdas. Apple tidak memposisikannya sebagai produk terpisah, melainkan sebagai lapisan baru yang memperkuat fitur yang sudah ada. Dalam pengumuman itu, Apple juga menegaskan kemitraannya dengan OpenAI, yang selama ini menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dunia AI generatif.
Salah satu sorotan terbesar ada pada Siri. Asisten suara bawaan Apple itu kini akan didukung model bahasa besar, teknologi inti yang menjadi fondasi banyak sistem AI modern. Selama beberapa tahun terakhir, Siri kerap dianggap tertinggal dibanding asisten virtual lain. Dengan dukungan baru ini, Apple berharap Siri tidak lagi hanya sekadar menjawab perintah dasar, tetapi juga bisa terhubung lebih dalam dengan sistem operasi dan aplikasi.
Perintah yang lebih panjang, tugas yang lebih rumit
Lewat Apple Intelligence, pengguna bisa meminta Siri melakukan hal-hal yang lebih praktis, mulai dari meringkas artikel berita, menghapus email, hingga mengedit foto. Apple menyebut sistem ini mampu menjalankan lebih dari 100 tindakan, termasuk mencari foto berdasarkan deskripsi isi gambar atau mengambil informasi pribadi dari tanda pengenal untuk membantu pengisian formulir daring secara otomatis. Pengguna juga bisa mengetik pertanyaan ke Siri tanpa harus berbicara.
Di Safari, Apple Intelligence dapat dipakai untuk meringkas halaman web dengan cepat. Fitur ini memang bukan hal baru di pasar, tetapi bagi Apple, kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman menjelajah internet di perangkat mereka. Selain itu, sistem AI ini juga dirancang untuk membantu mengelola notifikasi, termasuk pada layanan seperti Gmail dan Outlook, serta menyusun balasan yang lebih lengkap untuk email dan pesan teks.
Masih beta dan belum menjangkau semua perangkat
Meski diumumkan sebagai langkah besar, Apple Intelligence belum langsung hadir dalam bentuk final. Apple menyebutnya masih akan dirilis dalam versi beta saat peluncuran. Ada pula batasan perangkat yang cukup ketat: fitur ini hanya bisa berjalan di iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max, serta iPad dan Mac dengan chip M1. Untuk memakainya dengan lancar, perangkat juga harus disetel ke Bahasa Inggris AS.
Dalam kerja samanya dengan OpenAI, Apple memperkenalkan GPT-4o, model bahasa besar terbaru milik OpenAI, yang akan digunakan di seluruh sistem. Artinya, beberapa fungsi seperti menghasilkan teks atau menjawab pertanyaan Siri berdasarkan gambar tidak hanya bergantung pada Apple Intelligence, tetapi juga dapat ditangani GPT-4o.
Apple menegaskan bahwa, kecuali pengguna menghubungkan akun ChatGPT berbayar mereka ke perangkat Apple, perusahaan tidak akan menyimpan permintaan pengguna maupun data pengenal seperti alamat IP. Di sisi lain, kehadiran Apple Intelligence juga memperlihatkan betapa lama Apple menunggu sebelum benar-benar melangkah ke medan yang sejak akhir 2022 diguncang ChatGPT. Sejak saat itu, Google, Samsung, Microsoft, hingga Meta berlomba menanamkan AI ke produk andalan mereka. Kini, Apple baru menyusul, dengan pendekatan yang lebih hati-hati namun tetap ambisius.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

