Kak Seto desak Polda Sumbar transparan ungkap kematian Afif Maulana

Kak Seto Desak Polda Sumbar Terbuka dalam Pengusutan Kematian Afif Maulana

Kematian remaja 13 tahun, Afif Maulana, yang ditemukan di bawah Jembatan Kuranji pada 9 Juni lalu, kembali menjadi sorotan. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto turun langsung membahas kasus ini dengan Kapolda Sumatera Barat serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang yang selama ini mendampingi perkara tersebut.

Pertemuan yang Menyorot Tuntutan Keterbukaan

Dalam pertemuan itu, Kak Seto menegaskan pentingnya proses penyelidikan yang terbuka dan dapat dipantau publik. Menurutnya, kasus yang menyangkut anak tidak boleh dibiarkan berjalan dengan kabut informasi, apalagi jika menyangkut nyawa seorang remaja yang masih berusia sangat muda. Dorongan itu juga sekaligus menjadi penekanan agar penanganan perkara tidak menimbulkan ruang spekulasi di tengah masyarakat.

Afif Maulana ditemukan meninggal di bawah Jembatan Kuranji, Padang, dan peristiwa ini memunculkan perhatian luas karena usia korban masih 13 tahun. Situasi tersebut membuat desakan agar kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian menjadi semakin kuat, terlebih keluarga dan pendamping hukum berharap ada kejelasan atas rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan.

LBH Padang Ikut Kawal Kasus

LBH Padang menjadi salah satu pihak yang aktif mendampingi kasus ini sejak awal. Kehadiran mereka dalam pertemuan bersama Kapolda Sumbar dan Kak Seto menunjukkan bahwa perkara tersebut tidak hanya dipandang sebagai masalah hukum biasa, tetapi juga menyangkut perlindungan anak dan hak keluarga untuk memperoleh penjelasan yang utuh.

Di tengah perhatian publik yang terus menguat, tuntutan utama yang mengemuka adalah transparansi. Bagi pihak keluarga dan pendamping, keterbukaan aparat menjadi kunci agar kematian Afif Maulana dapat diurai secara terang, tanpa menyisakan pertanyaan yang berlarut-larut.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles