Wakil Ketua MPR: Antisipasi Peningkatan Pekerja Anak
Lonjakan pekerja anak menjadi alarm serius di tengah upaya Indonesia membangun sumber daya manusia yang unggul. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut masa depan anak-anak sekaligus kualitas generasi bangsa ke depan.
Gejolak Ekonomi Bisa Dorong Anak Masuk Dunia Kerja
Lestari menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah pekerja anak, terutama pada 2020 ketika dampak ekonomi akibat COVID-19 mulai terasa luas. Situasi itu memperlihatkan bahwa tekanan ekonomi keluarga dapat mendorong anak ikut bekerja, meski seharusnya mereka berada di bangku pendidikan dan dalam perlindungan penuh.
Menurutnya, antisipasi harus dilakukan sejak dini agar masalah serupa tidak berulang saat kondisi ekonomi kembali tertekan. Ia menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dengan seruan moral, melainkan perlu langkah konkret yang menyentuh akar persoalan.
Pendidikan dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci
Upaya pencegahan, kata Lestari, perlu diarahkan pada peningkatan akses pendidikan, penguatan dukungan ekonomi bagi keluarga rentan, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang mempekerjakan anak. Tiga langkah ini dinilai saling berkaitan dan tidak bisa dijalankan secara terpisah.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk menghadapi dampak gejolak ekonomi secara bersama-sama. Dengan kerja sama yang kuat, perlindungan terhadap hak-hak anak dapat dijalankan lebih efektif dan tidak berhenti pada tataran kebijakan.
Perlindungan Anak Menentukan Kualitas Masa Depan
Bagi Lestari, isu pekerja anak bukan sekadar persoalan sosial, melainkan juga soal keberlanjutan pembangunan manusia. Anak-anak yang terpaksa bekerja berisiko kehilangan kesempatan belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berdaya saing.
Karena itu, ia menilai antisipasi terhadap peningkatan pekerja anak harus menjadi perhatian serius semua pihak. Perlindungan terhadap anak, ujarnya, adalah investasi jangka panjang agar Indonesia tidak kehilangan calon sumber daya manusia terbaiknya di masa depan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

