Perbaikan Jalan Rawajitu Selatan Lampung Melalui IJD
Peluang perbaikan jalan kabupaten di Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mulai terbuka lewat skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut ruas di Kecamatan Rawajitu Selatan, terutama kawasan Wono Agung, masuk dalam kategori jalur yang sangat penting karena menopang aktivitas perdagangan dan pertanian warga setempat.
Jalur Vital untuk Distribusi Hasil Bumi
Di wilayah ini, kondisi jalan bukan sekadar urusan mobilitas, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi barang. Ruas di Desa Wono Agung menjadi akses utama untuk mengangkut pakan udang serta berbagai hasil pertanian lainnya. Karena itu, setiap kerusakan pada badan jalan langsung berdampak pada biaya angkut, waktu tempuh, dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian ruas masih berupa tanah merah dengan lubang dan gundukan yang cukup dalam. Meski beberapa titik sudah mulai tersentuh perbaikan, kondisi jalannya belum sepenuhnya layak untuk mendukung lalu lintas harian secara optimal.
Masih Dikaji Pemerintah Pusat
Meski program IJD di Provinsi Lampung masih dalam tahap pembentukan, Kementerian PU bersama Sekretariat Negara dan Bappenas disebut tengah meninjau rencana pelaksanaannya. Proses ini menjadi langkah awal sebelum program benar-benar dijalankan di daerah yang dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur lebih cepat.
Di sisi lain, tambahan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan nasional di Lampung pada 2025 tetap akan dianggarkan. Pemerintah menekankan bahwa pengerjaan jalan tidak hanya soal membangun, tetapi juga memastikan kualitasnya agar bertahan lama dan tidak cepat rusak kembali.
Harapan Warga pada Akses yang Lebih Layak
Bagi masyarakat Rawajitu Selatan, perbaikan jalan berarti membuka akses yang lebih lancar untuk kegiatan ekonomi sehari-hari. Jalur yang lebih baik akan membantu mempercepat distribusi hasil pertanian, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendukung pergerakan barang dari sentra produksi ke titik pemasaran. Di tengah kondisi jalan yang masih banyak menyisakan kerusakan, kehadiran program IJD menjadi harapan baru bagi perbaikan infrastruktur di Lampung.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

