JBA Medan Lepas 5.000 Kendaraan Bekas hingga Kuartal I 2025, Avanza hingga L300 Masih Jadi Incaran
Pasar lelang kendaraan bekas di Medan menunjukkan napas yang cukup kuat pada awal 2025. PT JBA Indonesia Cabang Medan mencatat telah melelang 5.000 kendaraan bekas dari wilayah Sumatera hingga kuartal I tahun ini. Di tengah kondisi ekonomi yang bergerak hati-hati, mobil penumpang tetap menjadi primadona, sementara kendaraan niaga juga masih punya peminat yang stabil.
Mobil Penumpang Masih Mendominasi
Nama-nama seperti Avanza, Sigra, Calya, Ayla, dan Innova kembali muncul sebagai unit yang paling diburu peserta lelang. Di sisi lain, kendaraan niaga seperti L300, Gran Max, Colt Diesel, dan Canter juga tetap menarik perhatian masyarakat Medan dan daerah sekitarnya. Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar lelang di JBA Medan tidak hanya ditopang oleh kebutuhan kendaraan keluarga, tetapi juga oleh kebutuhan usaha dan operasional.
Lelang Rutin Tiap Selasa dengan Akses Daring
JBA Cabang Medan menggelar lelang secara rutin setiap Selasa dengan menghadirkan unit dari beragam sumber, mulai dari perusahaan pembiayaan, logistik, rental, asuransi, hingga perorangan. Perusahaan ini juga didukung fasilitas pool seluas 10.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 500 mobil dan 500 motor bekas setiap pekan.
Calon peserta lelang diberi kesempatan melihat unit secara langsung sebelum mengikuti proses penawaran. Selain itu, JBA Indonesia juga menyediakan jalur partisipasi daring melalui aplikasi dan situs web, sehingga peserta tidak harus selalu hadir di lokasi.
Basis Pelanggan dan Tantangan Pasar
JBA Cabang Medan disebut telah melayani lebih dari 5.000 pelanggan setia dari Medan dan sekitarnya. National Operations General Manager JBA Indonesia, Andri Budiharjo, menyampaikan bahwa pihaknya juga melayani lebih dari 700 penitip perorangan dari berbagai wilayah Sumatera. Di tingkat nasional, JBA menggelar lebih dari 65 ajang lelang mobil dan 45 ajang lelang motor setiap bulan di seluruh cabang, yang menjadi salah satu faktor percepatan penjualan unit.
Ekonom Sumatera Utara Gunawan Benjamin menilai, situasi seperti ini menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas manajemen perusahaan agar tetap mampu menjaga penjualan di tengah ekonomi global yang belum pasti. Menurutnya, keberhasilan satu periode tidak otomatis berulang di masa berikutnya, sehingga pelaku usaha perlu terus menyesuaikan strategi. Ia juga mengingatkan bahwa capaian di satu sektor tidak bisa dijadikan ukuran mutlak bagi sektor lain.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

