Para siswa yang menjadi bagian dari keluarga kurang mampu, sering disebut sebagai miskin dan miskin ekstrem, menjadi perhatian Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Beliau memastikan persiapan penuh telah dilakukan untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap pertama, mulai dari seleksi siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga kurikulumnya. Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil satu dan dua Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diakui sebagai keluarga tidak mampu. Proses rekrutmen siswa dilakukan melalui basis data DTSEN dan survei oleh pendamping dari Kementerian Sosial, Disdik, Dinsos, dan BPS setempat. Guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah juga sudah direkrut dan diberi pembekalan oleh satuan tugas dari Kemendikdasmen. Kurikulum Sekolah Rakyat disusun oleh satgas Kemendikdasmen, dengan program yang mencakup keseimbangan antara akademik dan karakter sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Tak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, namun dilakukan talent mapping untuk melihat kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Proses pembelajaran dan orientasi akan dimulai pada 14 Juli 2025, sesuai dengan arahan Mensos Saifullah Yusuf.

