Layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk telah kembali normal, demikian yang disampaikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Sekretaris perusahaan, Shelvy Arifin, menyatakan bahwa antrean kendaraan umum dan pribadi sudah tidak terlihat sejak Sabtu pagi sekitar pukul 8:00 WIB. Shelvy menjelaskan bahwa antrean sebelumnya merupakan dampak langkah evaluatif dan preventif dari otoritas regulator setelah insiden kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya. PT ASDP Indonesia Ferry sepenuhnya mendukung langkah regulator dalam menjaga keselamatan pelayaran dengan melakukan inspeksi dan sertifikasi kelayakan kapal secara profesional. General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi, Yannes Kurniawan, menekankan proses penimbangan dan pengaturan muatan di pelabuhan dilakukan secara ketat untuk menjamin keselamatan pelayaran. Hingga Sabtu siang, sebanyak 23 kapal telah dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, dengan fokus pada pengangkutan kendaraan barang yang masih tertahan di Bulusan. Semua aktivitas bongkar muat kendaraan berjalan normal, dan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk mulai kembali beroperasi lancar.

