Asia Tenggara merupakan kawasan yang pernah dijajah oleh bangsa Eropa dari abad ke-16 hingga abad ke-20. Seluruh negara di kawasan ini kecuali Thailand terjatuh ke tangan penjajah Barat karena berbagai kepentingan seperti monopoli rempah-rempah, penguasaan sumber daya alam, dan jalur perdagangan strategis. Indonesia, salah satu negara di Asia Tenggara yang paling lama dijajah, telah mengalami penjajahan oleh Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Prancis, dan Jepang sebelum memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Brunei Darussalam juga merupakan negara-negara ASEAN yang pernah menjalani masa kolonialisme oleh kekuatan Eropa.
Di antara negara-negara ini, Thailand menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Barat berkat kecerdikan Raja Mongkut dan Raja Chulalongkorn yang menjalankan diplomasi cerdas serta modernisasi negaranya. Thailand berhasil mempertahankan kemerdekaannya dengan memberikan konsesi teritorial kepada kekuatan kolonial sebagai negara penyangga antara koloni Inggris dan Prancis.
Sejarah kolonialisme di Asia Tenggara meninggalkan luka mendalam namun juga menjadi pembelajaran berharga bagi bangsa-bangsa ASEAN untuk terus menjaga kedaulatan, bekerja sama, dan membangun kawasan yang damai serta sejahtera. Setiap hari kemerdekaan setiap negara di kawasan ini menjadi simbol perjuangan melawan penjajahan dan tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri.