Indonesia Tersandung karena Ritme Permainan Tak Stabil, Korea Selatan Manfaatkan Celah di Momen Penting
Pelatih tim nasional bola voli U-21 putri Indonesia, Marcos Sugiyama, tak menutupi bahwa kekalahan dari Korea Selatan lahir dari satu masalah yang berulang: intensitas permainan yang naik-turun. Di laga perebutan peringkat 13 hingga 16 Kejuaraan Bola Voli Dunia U-21 Putri 2025, Indonesia kalah 25-22, 15-25, 25-17, 18-25 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jawa Timur. Hasil itu memperlihatkan bagaimana pertandingan yang sempat terbuka justru bergeser saat Indonesia gagal menjaga tempo secara konsisten.
Intensitas yang Putus di Tengah Laga
Sugiyama menilai timnya beberapa kali kehilangan tenaga permainan di saat-saat krusial. Kondisi itu membuka ruang bagi Korea Selatan untuk mengambil alih kendali dan membalikkan momentum. Bagi Indonesia, masalahnya bukan semata soal teknik, melainkan kemampuan mempertahankan tekanan dari awal hingga akhir set. Ketika ritme menurun, lawan langsung memanfaatkan celah yang muncul.
Penerimaan Bola Jadi Titik Lemah
Selain intensitas, pelatih asal Jepang itu juga menyoroti kualitas penerimaan bola yang belum stabil. Menurutnya, sentuhan pertama yang kurang sempurna kerap membuat Indonesia kehilangan poin secara beruntun. Situasi itu terasa jelas saat Merah Putih kesulitan mengejar tempo permainan Korea Selatan, terutama ketika harus bertahan dari servis dan membangun serangan balik. Di momen seperti itu, Indonesia tampak tertinggal dalam penguasaan bola dan gagal menjaga keseimbangan permainan.
Fokus Berikutnya: Puerto Rico
Kekalahan ini membuat Indonesia harus bersiap menghadapi Puerto Rico dalam laga perebutan peringkat 15 dan 16. Sugiyama menegaskan, timnya perlu belajar dari pertandingan ini dengan menjaga intensitas tetap stabil sepanjang laga. Bagi Srikandi Muda, tantangannya kini bukan hanya memperbaiki hasil, tetapi juga memastikan kesalahan yang sama tidak kembali muncul saat peluang terakhir masih terbuka.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

