Perbedaan Syarat Naturalisasi Es Hoki dibandingkan Cabang Olahraga Lain

Pengurus Besar Federasi Hoki Es Indonesia (PB FHEI) menjelaskan perbedaan persyaratan naturalisasi pemain es hoki dengan cabang olahraga lain, seperti sepak bola. FHEI baru saja menaturalisasi empat pemain hoki es asal Rusia untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah pemain asing harus bermain di liga lokal minimal selama 2 tahun sebelum diizinkan untuk mewakili Indonesia. Keempat pemain hoki es tersebut telah melakukan sumpah kewarganegaraan Indonesia di Gedung Kementerian Hukum, Jakarta.

Pada dasarnya, atlet hoki es dari luar negeri harus membuktikan kontribusi mereka dalam komunitas hoki es di Indonesia sebelum diizinkan untuk berkompetisi sebagai bagian dari timnas Indonesia. Persyaratan ini berbeda dengan cabang olahraga sepak bola, di mana atlet asing harus tinggal selama lima tahun berturut-turut di Indonesia untuk dapat dinaturalisasi. Proses naturalisasi ini dilakukan untuk memperkuat timnas Indonesia dalam berbagai ajang olahraga internasional, termasuk SEA Games 2025 di Thailand.

Meskipun tujuan utama naturalisasi pemain hoki es tersebut adalah untuk SEA Games 2025, PB FHEI juga mempertimbangkan ajang-ajang berikutnya seperti SEA Games 2027 di Malaysia dan SEA Games 2029 di Singapura. Selain itu, Indonesia juga berencana untuk terlibat dalam World Championship untuk meningkatkan profil dan prestasi hoki es Indonesia di tingkat internasional. Meskipun baru saja menaturalisasi empat pemain asal Rusia, PB FHEI belum memiliki rencana untuk menaturalisasi atlet asing lagi dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah pengembangan pemain hoki es lokal untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia.

Source link

Hot Topics

Related Articles