Penyerangan Polrestro Jakut: Polisi Mencurigai Keterlibatan Medsos

Polres Metro Jakarta Utara kini menelusuri lebih jauh pola penyerangan yang terjadi di markas mereka pada Sabtu hingga Minggu dini hari. Dari pemeriksaan awal, polisi menduga aksi itu tidak muncul begitu saja. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar, menyebut para pelaku diduga bergerak setelah menerima ajakan yang beredar di media sosial.

Ajakan di Medsos Diduga Memicu Penyerangan

Dalam pemeriksaan, 60 tersangka mengaku nekat ikut menyerang setelah terprovokasi oleh ajakan yang tersebar di media sosial. Sasaran mereka bukan hanya Mako Polres Metro Jakarta Utara, tetapi juga pos polisi lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Polisi menilai pola ini menunjukkan adanya mobilisasi yang terorganisir, meski penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan siapa yang pertama kali mendorong aksi itu.

60 Tersangka, Polisi Buru Aktor Intelektual

Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, sebanyak 60 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara masih menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kerusuhan yang pecah di depan kantor polisi. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengatakan pihaknya juga mengamankan 70 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan dan penyerangan tersebut.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya pecahan bom molotov, batu, dan petasan. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa serangan berlangsung dengan persiapan tertentu, bukan sekadar kericuhan spontan. Hingga kini, kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap siapa yang mengoordinasikan aksi dan bagaimana ajakan itu menyebar luas.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles