Sirkuit Pertamina Mandalika, yang akan menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia pada 3-5 Oktober 2025, telah menarik perhatian global. Event ini bukan hanya sebagai ajang balap motor dunia, tetapi juga sebagai wujud reputasi Indonesia di panggung internasional. Persiapan teknis di lintasan sudah hampir selesai, namun masih banyak tantangan yang harus diatasi di luar lintasan, seperti keterlibatan masyarakat lokal, transportasi, promosi tiket, dan masalah keamanan sosial-politik daerah.
Kerusuhan masyarakat sebelumnya di NTB menjadi peringatan serius akan stabilitas sosial di daerah tersebut. Untuk menjaga keberhasilan acara MotoGP, pemerintah daerah dan aparat keamanan harus fokus pada pendekatan persuasif dan dialogis, bukan hanya represif. Komunikasi publik yang intensif, transparansi kebijakan, partisipasi warga, dan edukasi publik secara terbuka tentang manfaat event ini bagi ekonomi daerah sangat penting.
Promosi tiket dan penjualan tiket yang hanya mencapai 30 persen satu bulan sebelum acara menjadi tantangan lain. Untuk menarik penonton dan bersaing dengan event lain seperti F1 Singapura, strategi promosi yang kreatif dan agresif diperlukan. Pemerintah daerah harus memastikan branding NTB hadir secara kuat di ajang MotoGP dan menambahkan nilai tambah bagi penonton dalam bentuk festival budaya, kuliner lokal, dan atraksi wisata.
Dampak ekonomi bagi masyarakat lokal juga harus diperhatikan. UMKM di sekitar Mandalika harus merasakan kenaikan pendapatan selama event berlangsung. Perencanaan inklusif untuk merelokasi pedagang dan mengatur zona UMKM perlu diprioritaskan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam ajang ini akan memperkuat identitas Mandalika di mata dunia.
Hosting fee adalah isu lain yang harus diatasi dengan bijak. Dukungan non-finansial dari daerah dalam bentuk promosi, fasilitas pendukung, dan logistik sangat diperlukan. MotoGP bukan hanya tentang olahraga, tapi juga tentang bagaimana Indonesia mempresentasikan dirinya di dunia.
Mandalika menjadi cermin kesuksesan Indonesia dalam menggelar event internasional. Semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, penyelenggara, dan masyarakat harus bersinergi untuk membuat MotoGP 2025 menjadi bukan hanya sekadar event, tetapi momen bersejarah bagi Indonesia. Kesuksesan acara ini akan menentukan citra NTB dan Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia.

