Sosok Ferry Irwandi, CEO Malaka Project: Sorot Tim Siber TNI

Sosok Ferry Irwandi, CEO Malaka Project yang Disorot Patroli Siber TNI

Nama Ferry Irwandi belakangan ikut terseret dalam perhatian publik setelah disebut dalam patroli siber Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dari sosok yang selama ini lebih dikenal lewat konten edukatif dan komentar kritis di ruang digital, Ferry kini berada di tengah sorotan baru setelah Dansatsiber Mabes TNI, Juinta Omboh Sembiring, menyampaikan adanya indikasi tindak pidana yang dikaitkan dengannya. Pihak terkait bahkan disebut telah berkonsultasi dengan Polda Metro Jaya mengenai persoalan tersebut.

Di sisi lain, Ferry Irwandi menyatakan dirinya belum menerima pemberitahuan resmi terkait hal itu. Meski begitu, ia menegaskan siap mengikuti proses hukum apabila memang ada langkah lanjutan dari aparat. Situasi ini membuat publik kembali menoleh ke belakang, melihat perjalanan Ferry yang bukan hanya dikenal sebagai kreator, tetapi juga figur yang membangun identitas lewat pendidikan, refleksi, dan kerja-kerja digital.

Dari PNS ke kreator konten penuh waktu

Ferry Irwandi lahir di Jambi pada 1991 dan berasal dari keluarga Minangkabau. Sebelum dikenal luas sebagai YouTuber, ia sempat meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di bidang hubungan masyarakat Kementerian Keuangan. Keputusan meninggalkan jalur birokrasi dan beralih menjadi kreator konten penuh waktu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya.

Sejak 2010, Ferry telah aktif membuat konten yang kerap berisi edukasi dan pandangan kritis. Namanya mulai lebih banyak dibicarakan setelah tampil di podcast Deddy Corbuzier, yang membuka jalan bagi audiens yang lebih luas untuk mengenalnya. Gaya komunikasinya yang lugas dan berisi membuat Ferry punya tempat tersendiri di tengah ramainya konten digital Indonesia.

Stoikisme, keluarga, dan citra publik

Selain dikenal lewat kanal digitalnya, Ferry juga kerap dikaitkan dengan filsafat Stoikisme yang ia pelajari sejak 2017. Pemikiran itu cukup terasa dalam cara ia membangun narasi dan menyampaikan gagasan di ruang publik. Di kehidupan pribadi, Ferry menikah dengan Muthia Nadhira pada 2015 dan telah dikaruniai dua anak.

Kombinasi antara latar belakang birokrasi, aktivitas sebagai kreator, dan pendekatan filsafat membuat Ferry tampil sebagai figur yang tidak mudah disederhanakan. Ia bukan hanya sosok yang hadir di media sosial, tetapi juga seseorang yang mencoba membangun karakter publik melalui disiplin berpikir dan konsistensi pesan.

Malaka Project dan misi pendidikan digital

Pada 2023, Ferry mendirikan Malaka Project, sebuah inisiatif pendidikan digital yang diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Melalui platform ini, ia mendorong ruang kolaborasi, diskusi kritis, dan penguatan literasi pendidikan dengan melibatkan sejumlah tokoh muda. Program-program yang dijalankan Malaka Project dirancang untuk memberi warna baru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Di tengah sorotan atas kabar yang menyeret namanya, Ferry tetap lekat dengan citra sebagai penggerak gagasan dan pendidikan. Malaka Project pun menjadi bagian penting dari identitasnya, bukan sekadar proyek digital, melainkan wadah yang ingin terus mendorong perubahan lewat cara yang lebih relevan dengan generasi muda.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles