Presiden Indonesia telah menjadi bagian penting dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan di New York. Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo hadir untuk memberikan pidato langsung, setelah absen selama 10 tahun terakhir. Selain Prabowo, beberapa mantan pemimpin Indonesia juga pernah berbicara di Sidang Umum PBB sejak era Presiden Soekarno. Pidato para pemimpin Indonesia di PBB selalu mencerminkan arah politik luar negeri dan posisi Indonesia di dunia internasional. Pidato Presiden Soekarno pada 1960, yang berjudul “To Build the World Anew,” menjadi salah satu orasi paling berpengaruh dalam sejarah diplomasi Indonesia. Presiden Soeharto juga menyampaikan pidato penting, sementara Megawati Soekarnoputri menyoroti kerja sama internasional dan pentingnya perdamaian global. Sementara itu, SBY membahas isu-isu global dan menjunjung diplomasi aktif Indonesia. Presiden Jokowi juga menyampaikan pidato penting tentang ketidaksetaraan global dan pemulihan ekonomi, meskipun dalam bentuk virtual. Saat ini, Presiden Prabowo dijadwalkan akan berpidato langsung di Sidang Umum PBB untuk membahas dukungan Indonesia terhadap Palestina. Kehadiran presiden Indonesia di Sidang Umum PBB memiliki dampak yang signifikan dalam politik luar negeri Indonesia. Hanya karena sebagian presiden tidak pernah berpidato di PBB, kehadiran presiden di forum internasional tetap menjadi bagian penting dalam mempengaruhi persepsi dunia terhadap Indonesia.

