Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pidato bertajuk “Seruan Indonesia untuk Harapan” dalam Debat Umum di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di New York, Amerika Serikat. Presiden Prabowo berbicara selama 19 menit dalam bahasa Inggris, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo membahas masalah kemanusiaan yang dihadapi tidak hanya oleh warga Palestina, tetapi juga oleh Indonesia yang menemui masa penjajahan selama berabad-abad. Dia juga menggarisbawahi peran PBB dan organisasi di bawah naungannya yang memberi bantuan saat Indonesia berjuang meraih kemerdekaan.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia merasakan dampak masa penjajahan, penindasan, dan ketidakadilan selama berabad-abad, namun juga menyadari kekuatan solidaritas dalam meraih kemerdekaan. Dukungan dari PBB, seperti Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), memberikan legitimasi internasional dan membantu Indonesia dalam mencapai kemakmuran dan martabat yang lebih besar. Prabowo juga menekankan pentingnya perdamaian global, solidaritas kemanusiaan, dan kerjasama multilateral dalam mengatasi tantangan internasional.
Presiden mencatat bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras dan terus berkomitmen dalam menghadapi perubahan iklim. Mereka berencana mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 dan fokus pada pembangunan berbasis energi terbarukan. Indonesia juga berperan sebagai salah satu kontributor Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dan siap untuk mendukung misi perdamaian di seluruh dunia. Prabowo juga menyerukan dukungan penuh terhadap Solusi Dua Negara di Palestina, menjaga keselamatan Israel, dan mewujudkan perdamaian tanpa kebencian.
Dalam kesimpulannya, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam membangun dunia yang lebih baik dan berharap para pemimpin dunia dapat bekerja sama menuju perdamaian, kemakmuran, dan keadilan global. Dia menekankan pentingnya rekonsiliasi antaragama dan kehidupan bersama dalam kedamaian dan harmoni. Prabowo menutup pidatonya dengan harapan bahwa bersama-sama, kita dapat mewujudkan mimpi indah ini untuk keselamatan, perdamaian, dan keberlanjutan umat manusia.

