Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan perlunya satu komando dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kota Bogor. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (Rakor TPPS) II Kota Bogor Tahun 2025 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor. Menurutnya, evaluasi konsep yang sudah dilakukan akan ditingkatkan ke depan dengan pola, inovasi, skema, dan sasaran yang tepat untuk memfokuskan aksi dari semua pihak di bawah satu komando.
Jenal Mutaqin menyebutkan bahwa penurunan jumlah balita stunting di Kota Bogor menjadi target treatment Tim TPPS ke depan, dengan melibatkan anggota DPRD Kota Bogor sebagai bapak asuh stunting. Selain program yang sudah berjalan, rencananya akan dibuat aplikasi yang memberikan informasi jelas kepada para stakeholder tentang kontribusi yang diberikan dan perkembangan balita serta anak-anak stunting.
Aplikasi ini dimaksudkan sebagai panduan yang menyediakan informasi spesifik untuk memastikan kontribusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak-anak stunting. Jenal Mutaqin berharap dapat memetakan lokus terbesar dan terkecil serta memprioritaskan kelurahan yang akan mendapatkan treatment pemberian gizi tambahan bagi anak-anaknya.
Dalam waktu dekat, Jenal Mutaqin bersama tim dan perangkat daerah terkait akan mengunjungi kasus-kasus stunting di enam kecamatan. Sebelumnya, kegiatan Rakor TPPS Kota Bogor diawali dengan pelantikan pengurus Perkumpulan Juang Kencana Kota Bogor, yang disaksikan oleh Ketua Juken Provinsi Jawa Barat, Lili Sadeli, Koordinator BMG Kota Bogor, serta jajaran Pemkot Bogor. Dengan komitmen bersama yang kuat, diharapkan semua pihak terkait mampu melaksanakan program dan rencana kerja dengan penuh tanggung jawab.

