Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya penyelesaian utang Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) tanpa menghambat rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Dalam upaya restrukturisasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pemerintah masih tengah membahas berbagai opsi bersama pihak terkait seperti BPI Danantara, Kementerian Perhubungan, dan PT Kereta Api Indonesia. Koordinasi dengan Kementerian Keuangan juga terus dilakukan untuk menyiapkan langkah yang tepat dalam menyelesaikan kewajiban finansial proyek tersebut.
AHY menegaskan bahwa semua opsi penyelesaian utang masih dalam tahap pembahasan dan menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Total investasi proyek KCIC mencapai 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp120,38 triliun dengan mayoritas dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank. Meskipun terdapat dua opsi penyelesaian utang yang sedang dipertimbangkan, yaitu pelimpahan kepada pemerintah atau penyertaan dana tambahan ke PT KAI, keputusan finalnya masih menunggu.
Presiden Prabowo dalam gagasannya menyebutkan program Sekolah Terintegrasi di setiap kecamatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sementara itu, upaya untuk mendorong Danantara agar mengambil peran utama dalam pembayaran utang masih terus diupayakan untuk mencapai solusi yang terbaik dan berkelanjutan. Seluruh langkah selanjutnya masih menunggu arahan resmi dari pihak terkait, dengan harapan dapat segera menyelesaikan utang KCIC tanpa menjadi penghambat bagi proyek kereta cepat yang direncanakan dari Jakarta hingga Surabaya.

