Tur Virtual 2025 Yili Soroti Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Joyday
Yili kembali menegaskan ambisinya di pasar global lewat peluncuran Tur Virtual 2025: Membuka Asal Usul Kualitas Global Yili yang diumumkan pada 7 November dalam rangkaian 8th China International Import Expo (CIIE). Bukan sekadar tayangan promosi, program ini dirancang untuk memperlihatkan bagaimana rantai industri Yili bekerja lintas negara, sekaligus menampilkan wajah produksi susu modern yang dibangun dengan standar tinggi di berbagai lokasi dunia.
Indonesia Jadi Sorotan Utama dalam Tur Virtual
Dalam edisi 2025 ini, Indonesia mendapat porsi penting. Melalui dokumenter perdana yang diputar saat peluncuran, Yili membawa penonton menelusuri basis produksinya di Indonesia, termasuk proses yang menopang lahirnya es krim Joyday. Program ini menampilkan kerja sama dengan empat media dan agensi komunikasi dari dalam dan luar Tiongkok, sehingga narasi yang dibangun tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada ekosistem industri yang melingkupinya.
Di versi Indonesia, influencer Vabyra hadir sebagai Origin Ambassador. Ia memandu penonton menyusuri pabrik, komunitas, kampus, hingga taman bermain, sambil memperlihatkan bagaimana inovasi dan proses produksi berjalan di balik merek Joyday. Pendekatan ini membuat tur virtual terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya menonjolkan mesin dan jalur produksi.
Pabrik Indonesia Jadi Basis Penting di Asia Tenggara
Yili menyebut pabrik susunya di Indonesia, yang mulai beroperasi pada 2021, sebagai basis produksi terbesar perusahaan di Asia Tenggara. Dari fasilitas inilah Joyday tumbuh menjadi salah satu merek es krim dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Jangkauannya pun tidak berhenti di dalam negeri, karena produk tersebut telah masuk ke lebih dari 10 negara dan wilayah di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
Selama ini, Yili juga menekankan komitmennya untuk menjalankan operasi dengan standar tinggi, mendukung keberlanjutan, dan memberi kontribusi bagi masyarakat setempat. Kehadiran mereka di Indonesia tampak diposisikan bukan hanya sebagai ekspansi bisnis, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem yang lebih luas.
Transparansi Global Jadi Narasi Utama
Tur Virtual Yili sendiri pertama kali diluncurkan pada 2023 dan sejak itu menghadirkan media dari dalam maupun luar negeri untuk melihat langsung peternakan, pabrik, dan pasar Yili melalui siaran langsung, dokumenter, serta format lain. Fokusnya jelas: menunjukkan transparansi rantai industri global perusahaan, mulai dari Tiongkok, Selandia Baru, Indonesia, Thailand, hingga Belanda.
Dengan pola seperti ini, Yili tampak ingin memperkuat citra sebagai perusahaan susu yang tidak hanya besar secara skala, tetapi juga terbuka soal proses produksi dan jaringan internasionalnya. Indonesia, lewat Joyday dan basis produksinya, kini menempati posisi yang semakin strategis dalam peta ekspansi tersebut.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

