Operasi SAR Longsor Banjarnegara Ditutup Setelah 10 Hari, 11 Warga Masih Belum Ditemukan
Upaya pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan setelah berjalan selama 10 hari. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan evaluasi dan menyimpulkan bahwa operasi tidak lagi aman untuk dilanjutkan. Kondisi tanah yang masih bergerak, cuaca yang sulit diprediksi, serta timbunan material longsor yang tebal dan luas menjadi pertimbangan utama.
Keselamatan Tim Jadi Alasan Utama
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa medan di lokasi bencana sudah tidak memungkinkan bagi petugas untuk terus melakukan pencarian. Risiko di lapangan dinilai terlalu tinggi, sehingga operasi SAR harus dihentikan meski masih ada korban yang belum ditemukan. Evaluasi itu menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas di tengah kondisi bencana yang terus berubah.
Pada hari terakhir pencarian, tim gabungan berhasil menemukan lima jenazah tambahan. Seluruhnya kemudian dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk proses identifikasi. Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal tercatat 17 orang, termasuk dua potongan tubuh. Sementara itu, 11 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Korban dan Dampak Longsor Masih Meluas
Selain korban meninggal dan warga yang belum ditemukan, bencana ini juga menyebabkan empat orang mengalami luka-luka. Lebih dari 1.000 jiwa dari 343 keluarga terpaksa mengungsi ke lima titik pengungsian. Situasi tersebut menunjukkan bahwa longsor tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan kepastian akan kondisi kerabat mereka.
Kerusakan material yang ditimbulkan juga cukup besar. Lebih dari 200 rumah dilaporkan roboh, disertai kerusakan pada fasilitas ibadah, akses jalan, saluran irigasi, area pertanian, dan peternakan. Dampaknya terasa luas karena bukan hanya permukiman yang terdampak, tetapi juga sumber penghidupan warga.
Pemulihan dan Relokasi Mulai Disiapkan
BNPB menyatakan akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam masa pemulihan pascabencana. Pendampingan itu mencakup layanan psikososial bagi keluarga korban, bantuan administratif, hingga rencana relokasi warga yang tinggal di zona rawan longsor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang agar masyarakat yang terdampak bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman.
Prosesi penutupan operasi SAR berlangsung haru. Keluarga dan kerabat korban yang hadir terlihat tegar menerima hasil akhir pencarian, meski suasana dipenuhi duka dan doa bersama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya pencarian di lapangan, sekaligus awal dari proses pemulihan yang masih panjang bagi warga Banjarnegara.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

