Kepolisian menemukan lima sampel yang diduga bagian tulang korban penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) di kawasan Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan ini menjadi titik baru dalam penyelidikan kasus yang sejak awal menyita perhatian publik, terutama karena Alvaro sempat dilaporkan hilang selama berbulan-bulan sebelum akhirnya terungkap diduga menjadi korban pembunuhan.
Pencarian Berlanjut di Tenjo
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengatakan bahwa dalam pencarian yang dilakukan hari ini, petugas menemukan sejumlah sampel yang diduga kuat berkaitan dengan Alvaro. Menurut dia, proses di lokasi tidak hanya berfokus pada pencarian kerangka, tetapi juga pada pengumpulan setiap temuan yang berpotensi menjadi petunjuk penting dalam mengurai peristiwa ini.
Ardian menjelaskan, Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan bekerja sama dengan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Dokkes Polri saat melakukan olah tempat kejadian perkara. Seluruh sampel yang ditemukan akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk uji DNA untuk dicocokkan dengan orang tua Alvaro.
Pemeriksaan Forensik di RS Polri
Spesialis forensik RS Polri Kramat Jati, Mahardika, menuturkan bahwa hasil olah TKP akan diproses lebih lanjut di rumah sakit. Tulang-tulang yang ditemukan akan dibawa ke RS Kramat Jati untuk diperiksa oleh dokter gigi forensik guna memastikan asal-usulnya.
Mahardika juga menyebut salah satu sampel yang ditemukan adalah rahang gigi bawah anak-anak. Temuan itu akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan dokter gigi forensik sebagai bagian dari proses identifikasi ilmiah sebelum polisi menarik kesimpulan akhir.
Kasus yang Menyeret Ayah Tiri
Sebelumnya, jasad Alvaro diduga dibuang ke Sungai Cerewed setelah ia hilang selama delapan bulan. Polisi menyebut pelaku penculikan dan pembunuhan adalah ayah tirinya, Alex Iskandar (49). Dalam perkembangan kasus, Alex diketahui tewas bunuh diri di Polres Metro Jakarta Selatan.
Polisi juga menduga motif pembunuhan berkaitan dengan rasa cemburu Alex terhadap istrinya. Setelah pencarian yang dimulai sejak Maret 2025, Alvaro ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tak lama setelah polisi menangkap Alex beberapa hari sebelumnya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

