Ini Pesan Seskab: Hindari Monetisasi Bencana dengan Narasi Sensasional

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan kekhawatiran atas maraknya konten sensasional terkait bencana alam, khususnya bencana hidrometeorologi di Sumatera. Ia menyoroti tren kreator konten yang cenderung mengejar monetisasi dan engagement melalui narasi provokatif, yang seringkali menyebarkan informasi yang ceroboh dan menyesatkan masyarakat. Seskab menekankan pentingnya peran influencer yang bijak dalam menyampaikan informasi yang akurat, menjaga ketenangan, dan tidak menghasilkan opini negatif saat pemerintah sedang berupaya menangani bencana.

Dalam konferensi pers di Halim Perdana Kusuma, Seskab menegaskan pentingnya penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dan empati, bukan hanya sebagai tempat untuk menghasilkan uang. Hal ini dikarenakan sistem monetisasi dari platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube mendorong masyarakat untuk menciptakan konten viral dengan menggunakan prinsip lama “Bad News is Good News” yang mengedepankan tayangan dan pendapatan daripada akurasi dan etika jurnalistik.

Bencana di Sumatera pun dimanfaatkan oleh sebagian kreator konten untuk meningkatkan engagement mereka. Namun, terdapat konten-konten yang menutupi fakta-fakta lapangan dan menyederhanakan masalah kompleks demi membangun narasi yang provokatif yang berpotensi politisasi situasi. Seskab menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat sejak awal, sehingga narasi yang hanya menyudutkan tanpa data yang memadai dianggap tidak membantu dalam penanganan bencana.

Source link

Hot Topics

Related Articles