Khamenei Tewas: China Nilai Serangan atas Iran Langgar Kedaulatan

Pemerintah China mengutuk serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2). China menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan tersebut, mengakhiri kepemimpinannya selama 37 tahun di Iran. China mengecam tindakan tersebut dan meminta agar aksi militer segera dihentikan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan dunia secara keseluruhan. Para pejabat pemerintahan Iran melaporkan bahwa selain Khamenei, beberapa anggota keluarganya juga tewas dalam serangan tersebut.

Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung dan libur kerja selama seminggu setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Presiden Iran, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali Iran akan menjalankan tugas Khamenei selama masa kekosongan jabatan. Kematian Khamenei tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur tetapi juga menewaskan ratusan orang serta melukai banyak lainnya. Iran pun membalas serangan tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan instalasi militer AS di Timur Tengah.

Demonstrasi pecah di Iran sebagai respons terhadap kematian Khamenei, dengan warga turun ke jalan untuk menyatakan kesedihan mereka. Di berbagai kota di Iran, demonstran membawa bendera dan poster Khamenei sambil mengutuk AS dan Israel. Presiden AS, Donald Trump, menyebut Khamenei sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah dan menjelaskan bahwa kerja sama erat antara AS dan Israel membuat pemimpin Iran sulit menghindari pelacakan dari sistem intelijen canggih baik dari Amerika maupun Israel.

Source link

Hot Topics

Related Articles