Pakar nilai serangan AS ke Iran dan ujian kredibilitas Board of Peace

Pakar hubungan internasional dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menganggap serangan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran sebagai ujian terhadap kredibilitas Dewan Perdamaian. Menurutnya, serangan ini menguatkan kontradiksi antara retorika stabilitas dan tindakan militer di lapangan serta menguji kepercayaan pada narasi perdamaian melalui Board of Peace (BoP). Selain itu, dia menyoroti pentingnya negara-negara Islam yang independen, seperti Turki dan Indonesia, untuk mengevaluasi kerja sama dengan BoP menyusul serangan terhadap Iran. Ahmad juga menekankan perlunya semua negara kuat dunia untuk mendesak deeskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran. Menurutnya, langkah AS-Israel untuk menetralisasi Iran tidak hanya berkaitan dengan satu negara saja, tetapi sebagai upaya rekayasa keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Dia juga memperingatkan bahwa jika dunia tetap diam terhadap kejadian di Timur Tengah, maka langkah AS-Israel bisa menyasar ke belahan dunia lain di masa depan. Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, sedangkan Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi militer besar-besaran di Iran. Serangan tersebut antara lain melibatkan tujuh roket yang mengenai Teheran dan hampir mengenai kediaman Ayatollah Ali Khamenei. Iran juga merespons serangan dengan meluncurkan roket ke Israel dan beberapa target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap melakukan perjalanan ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di kawasan tersebut.

Source link

Hot Topics

Related Articles