Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa AS tidak akan mengirim pasukan darat ke Iran dan menyatakan bahwa tujuan mereka di Iran hampir tercapai. Dalam sebuah percakapan telepon singkat, Trump mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan reaksi atas serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh dengan kalimat “Anda akan segera tahu.” Meskipun tidak menyingkirkan sepenuhnya opsi penugasan pasukan darat AS, Trump menyatakan bahwa kemungkinan itu tidak diperlukan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyampaikan keyakinan bahwa tujuan AS di Iran dapat dicapai tanpa pengiriman pasukan darat. Fokus saat ini adalah untuk menghancurkan persediaan rudal balistik, kemampuan manufaktur rudal balistik, drone serang, dan Angkatan Laut Iran. Di sisi lain, perwakilan tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk merespons serangan AS dan Israel dengan tegas dan tanpa ambiguitas.
Iravani menuduh AS dan Israel melakukan serangan militer yang disengaja dan tanpa provokasi, menyebabkan korban jiwa di Iran. Ia menekankan bahwa tindakan ini merupakan agresi, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pernyataan Trump dan reaksi dari Iran ini terjadi dalam konteks ketegangan antara kedua negara tersebut.

