Target Penjualan BAIC Indonesia Melonjak Hampir 200% di 2026!

Target Penjualan BAIC Indonesia Melonjak Hampir 200% di 2026

Di tengah pasar otomotif nasional yang belum benar-benar pulih, BAIC Indonesia justru memilih langkah agresif. Lewat PT JIO Distribusi Indonesia, merek asal Tiongkok itu memasang target penjualan yang melonjak hampir 200 persen pada 2026, dengan Arcfox disiapkan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnisnya di Tanah Air.

BAIC Bidik 2.018 Unit pada 2026

Dalam acara buka puasa bersama media, BAIC memaparkan arah strategi jangka menengah hingga panjang untuk pasar Indonesia. Perusahaan menargetkan penjualan 2.018 unit pada 2026, jauh di atas capaian retail tahun sebelumnya yang tercatat 677 unit. Target itu menunjukkan ambisi BAIC untuk mempercepat penetrasi di tengah kondisi pasar yang dinilai masih menantang.

Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar proyeksi, melainkan bagian dari peta ekspansi yang sudah disusun perusahaan. Menurut dia, BAIC melihat ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar, terutama di segmen kendaraan 4×4 dan SUV yang terus menunjukkan minat pasar.

Arcfox Jadi Pintu Masuk ke Era EV

Selain mengandalkan lini kendaraan konvensional, BAIC juga mulai menyiapkan langkah ke era elektrifikasi. Arcfox T1 disebut akan menjadi mobil listrik pertama BAIC di Indonesia dan diposisikan sebagai salah satu model penting untuk memperkuat portofolio merek tersebut. Kehadiran model ini sekaligus menandai upaya BAIC membaca arah pasar yang mulai bergerak ke kendaraan ramah lingkungan.

Di saat yang sama, perusahaan juga menyiapkan beberapa model lain untuk memperluas pilihan konsumen. BAIC BJ30 HEV versi CKD dan BAIC X1 masuk dalam daftar produk yang akan dibawa ke pasar Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat volume penjualan.

Jaringan Dealer dan Layanan Purna Jual Diperluas

Tak hanya produk, BAIC juga menaruh perhatian besar pada infrastruktur bisnisnya. Perusahaan berencana memperluas jaringan dealer sekaligus layanan purna jual agar konsumen mendapatkan dukungan yang lebih baik setelah pembelian. Sejumlah program perlindungan pelanggan juga disiapkan untuk membangun kepercayaan pasar.

Di balik rencana ekspansi itu, BAIC menegaskan ambisi yang lebih besar: menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar penjualan, tetapi juga salah satu basis manufaktur dan hub strategis perusahaan di Asia Tenggara. Dengan strategi tersebut, BAIC berharap bisa tumbuh seiring industri otomotif nasional, bukan sekadar menumpang pada momentum pasar.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles