Bayer Leverkusen datang ke markas Arsenal dengan satu pesan yang jelas: mereka tidak sekadar ingin bertahan, tetapi ingin menang. Laga Liga Champions di London itu dipandang sebagai momen penting bagi Werkself untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya, sekaligus membuktikan bahwa mereka sanggup bersaing di level tertinggi Eropa.
Leverkusen datang dengan rasa percaya diri
Kapten tim, Robert Andrich, menegaskan bahwa target Leverkusen bukan hasil aman, melainkan kemenangan. Menurutnya, tim harus tampil berani jika ingin terus melangkah di kompetisi ini. Sikap tersebut menunjukkan perubahan mental yang coba dibangun Leverkusen, terutama setelah mereka tampil cukup solid dalam beberapa laga besar terakhir.
Arsenal memang bukan lawan ringan. Klub asal London itu sedang memimpin klasemen Liga Inggris dan belum tersentuh kekalahan di Liga Champions. Namun, Leverkusen tidak terlihat gentar. Hasil imbang 1-1 pada pertemuan sebelumnya justru menjadi modal psikologis tersendiri, karena mereka tahu laga ini masih sangat terbuka.
Modal dari laga-laga besar
Kepercayaan diri Leverkusen juga tumbuh setelah mampu menahan imbang FC Bayern München. Hasil tersebut memperkuat keyakinan bahwa tim ini punya kapasitas untuk memberi perlawanan kepada siapa pun, termasuk tim-tim yang lebih diunggulkan. Di mata Simon Rolfes, Direktur Olahraga Bayer Leverkusen, skuad yang ada saat ini memiliki potensi untuk memenangkan pertandingan besar seperti di Emirates.
Rolfes menilai perkembangan tim berjalan ke arah yang tepat. Di bawah arahan Kasper Hjulmand, Leverkusen disebut semakin matang, lebih kompak, dan kompetitif saat tampil di panggung Eropa. Kombinasi itu membuat mereka tidak datang ke London hanya sebagai peserta, melainkan sebagai tim yang benar-benar memburu hasil.
Incar perempat final setelah penantian panjang
Yang dipertaruhkan Leverkusen bukan hanya satu kemenangan. Klub ini sedang mengejar perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 24 tahun terakhir, sebuah target yang menambah bobot pertandingan di Emirates. Sejarah panjang itu membuat setiap laga terasa lebih besar, apalagi ketika lawan yang dihadapi sedang berada dalam performa terbaik.
Dengan performa yang terus membaik dan kepercayaan diri yang kian tinggi, Leverkusen berharap bisa menulis babak baru dalam perjalanan mereka di Eropa. Tekad itu kini diuji langsung di London, tempat mereka ingin mengubah optimisme menjadi hasil nyata.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

