Kronologi Penemuan Mayat Wanita di Jakarta Timur: Fakta Terbaru
Kasus penemuan mayat seorang perempuan di Cipayung, Jakarta Timur, mulai terungkap melalui rangkaian keterangan dari kepolisian. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebut korban berinisial DA (36) ditemukan di sebuah kontrakan di Kelurahan Bambu Apus pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi lantai sudah dipenuhi darah yang mengering, menandakan peristiwa itu diduga terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Awal Kejadian dari Pintu Kontrakan yang Terkunci
Kasubdit Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, menjelaskan bahwa temuan itu berawal sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu korban mendapati pintu kontrakan terkunci dari dalam. Situasi tersebut memicu kecurigaan, sehingga saudara korban yang berinisial A datang untuk memeriksa langsung kondisi di dalam rumah.
Dari pemeriksaan awal itulah korban ditemukan sudah tidak bernyawa di lantai. Darah yang telah mengering di sekitar lokasi menjadi salah satu petunjuk awal yang menguatkan bahwa kejadian ini bukan peristiwa baru. Informasi yang dihimpun polisi juga menyebut kunci pintu kontrakan dipegang oleh mantan suami korban, berinisial F, yang merupakan warga negara asing asal Iran.
Olah TKP dan Temuan Luka di Leher Korban
Polres Metro Jakarta Timur kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara pada pukul 05.30 WIB. Dari pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan adanya luka sayatan di bagian leher korban. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah DA dibawa ke RS Polri guna dilakukan visum.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi telah memeriksa sembilan saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal. Setiap keterangan dari saksi dianggap penting untuk mengurai hubungan antar pihak, waktu kejadian, hingga akses terhadap kontrakan tempat korban ditemukan.
Penyelidikan Masih Berjalan
Kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait motif maupun pelaku dalam peristiwa ini. Namun, temuan awal berupa pintu yang terkunci dari dalam, darah yang sudah mengering, serta luka sayatan di leher korban menjadi fokus utama penyidikan. Perkembangan kasus ini masih ditunggu, terutama untuk menjelaskan bagaimana korban bisa ditemukan dalam kondisi seperti itu di dalam kontrakan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

