Peningkatan Jumlah Kendaraan di Pantura Cirebon

Pantura Cirebon Mulai Padat, Ribuan Kendaraan Mengarah ke Jakarta

Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di jalur Pantai Utara atau Pantura Kota Cirebon. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup tajam pada Selasa malam, dengan laju lalu lintas mencapai 3.264 unit per jam. Lonjakan ini menandai mulai padatnya pergerakan pemudik yang kembali ke kota perantauan setelah merayakan Idul Fitri.

Ribuan Kendaraan Melintas Menuju Jakarta

Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan, menyebut total kendaraan yang telah melintas ke arah Jakarta sejak tengah malam hingga pukul 20.00 WIB mencapai 78.343 unit. Angka tersebut menggambarkan intensitas arus balik yang terus meningkat di salah satu jalur utama penghubung Jawa bagian barat itu.

Dari jumlah tersebut, sepeda motor masih menjadi kendaraan paling dominan. Dishub mencatat ada 68.364 unit sepeda motor yang melintas di jalur tersebut. Sementara itu, kendaraan lain seperti mobil penumpang dan kendaraan barang juga ikut menambah kepadatan lalu lintas di kawasan Pantura Cirebon.

Pantau Titik Rawan dan Jalur Arteri

Untuk mengantisipasi kepadatan yang kian meningkat, Dishub Kota Cirebon terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis. Fokus pengawasan diarahkan ke jalur arteri yang menjadi titik krusial pergerakan kendaraan, terutama saat arus balik mulai mengalir dalam jumlah besar.

Petugas di lapangan juga disiagakan untuk membantu kelancaran perjalanan dan mengurai potensi penumpukan kendaraan. Masyarakat yang melintas diimbau agar tetap waspada, menjaga jarak aman, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas.

Arus Balik Diprediksi Terbagi Dua Gelombang

Dishub Kota Cirebon memperkirakan arus balik Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung hingga malam ini, sedangkan gelombang kedua diperkirakan menyusul pada 28 hingga 29 Maret 2026. Dengan pola pergerakan seperti ini, kesiapsiagaan petugas menjadi penting agar arus kendaraan tetap terkendali dan perjalanan pemudik tidak tersendat di jalur utama Pantura.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles