Fujitsu telah memperkenalkan sistem simulasi transportasi berbasis digital twin yang digunakan di Kota Maebashi. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk meramalkan pergerakan warga dan mengubah rencana transportasi publik. Transformasi ini menandai langkah maju dalam melampaui kebijakan transportasi publik yang bergantung pada intuisi semata. Fujitsu menghadirkan pendekatan berbasis data ekstrem dengan sistem simulasi lalu lintas berbasis digital twin yang kini mulai diterapkan dalam kebijakan di Jepang.
Penerapan teknologi ini dalam perencanaan transportasi regional di Kota Maebashi menciptakan model terpadu yang menggabungkan simulasi rute tetap dan transportasi berbasis permintaan. Dengan pendekatan social digital twin yang mereplikasi perilaku manusia dan dinamika sosial dalam model virtual, sistem ini mampu mensimulasikan efek kebijakan sebelum diterapkan di dunia nyata.
Dalam konteks tantangan transportasi yang dihadapi oleh Kota Maebashi, sistem Fujitsu menjadi krusial dalam memberikan prediksi berbasis data yang efektif untuk mengoptimalkan rute bus. Simulasi yang dihasilkan juga menjadi dasar ilmiah untuk mendukung kebijakan penambahan rute bus. Meskipun revolusioner, pendekatan ini memunculkan pertanyaan tentang akurasi simulasi dalam merepresentasikan perilaku manusia yang dinamis.
Fujitsu terus mengklaim bahwa sistemnya diperbarui dengan data mobilitas untuk meningkatkan akurasi simulasi. Meskipun demikian, ketergantungan pada data juga membuka isu terkait dengan privasi, bias data, dan kelebihan mengandalkan algoritma dalam pengambilan kebijakan publik. Sistem ini dikembangkan dalam proyek COMmmmONS oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata. Fujitsu berambisi untuk mengkomersialisasikan sistem ini penuh pada tahun fiskal 2026 dan menjadikannya standar nasional untuk perencanaan transportasi di Jepang.
Jika berhasil, model ini memiliki potensi untuk diekspor ke negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam transportasi publik. Selain itu, penerapan sistem ini di Kota Maebashi bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan pergeseran paradigma dari kebijakan berbasis pengalaman menuju kebijakan berbasis simulasi. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan tanpa data tidak lagi dapat diterima di dunia yang semakin kompleks. Masa depan transportasi publik kini tidak hanya dijelajahi di jalan raya, melainkan juga diuji terlebih dahulu di dunia virtual.

