Sebuah penemuan mengerikan terjadi di dekat rumah pemotongan hewan (RPH) Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat pria yang ditemukan mengambang di kubangan air. Meskipun visum sementara menunjukkan tidak ada unsur kekerasan, proses autopsi masih dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Keluarga korban telah mengenali jasadnya meskipun identitasnya belum diungkapkan hingga proses autopsi selesai.
Dugaan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan, terlihat dari kondisi tubuhnya yang sudah membengkak dan membusuk. Bahkan saat dievakuasi, tubuh korban hampir tidak dapat dikenali karena kondisi wajah dan mata yang membengkak. Penyebab kematian korban masih diselidiki oleh kepolisian, sementara hasil pemeriksaan sementara mengungkapkan bahwa korban pernah bekerja di RPH di lokasi tersebut sebelum berhenti.
Warga sekitar kaget dengan temuan sesosok mayat di kubangan air limbah RPH. Meski tidak dikenali oleh warga sekitar, dugaan korban berjenis kelamin laki-laki telah terbukti. Aroma bau menyengat dan kondisi tubuh yang sudah membusuk mengundang perhatian warga sekitar. Tidak ada tanda kekerasan yang terlihat, namun tubuh korban dalam posisi membengkak akibat berada dalam air limbah. Penyebab pasti kematian korban belum diketahui, namun korban ditemukan mengenakan celana panjang hitam dan kaos cokelat.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian untuk mengetahui dengan pasti penyebab kematian korban. Kesimpulan visum sementara dan fakta yang terungkap di lokasi memperlihatkan bahwa korban pernah bekerja di RPH sebelumnya. Penemuan mayat ini menjadi sorotan bagi masyarakat sekitar dan pihak berwenang, menimbulkan pertanyaan tentang kejadian tragis ini. Selain itu, keberadaan limbah dan kondisi keamanan di sekitar RPH juga menjadi perhatian dalam upaya mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.

