Solusi Sejahterakan Guru Honorer di SD Kaniti Kupang

Pemerintah saat ini menegaskan bahwa tidak ada guru yang terdampak melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertekad untuk mencari solusi guna meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru kontrak (PPPK) yang mengajar di SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gibran menegaskan komitmennya langsung kepada para guru saat berkunjung ke SD Inpres Kaniti yang baru saja selesai direnovasi oleh pemerintah. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintah akan terus berupaya mencari solusi untuk situasi ini, terutama bagi guru PPPK dan honorer.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran juga menekankan bahwa pemerintah telah memastikan bahwa tidak ada guru yang terdampak dengan koordinasi yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah. Menurut Wapres, meskipun berbeda status kepegawaian, para guru memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan anak-anak di lingkungan tersebut. Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan apresiasinya atas perbaikan sekolah oleh pemerintah setelah sebelumnya kondisi bangunan tersebut tidak layak. Ia juga berharap agar tidak ada tenaga pendidik di sekolah tersebut yang dirumahkan demi kelancaran proses pendidikan.

Kunjungan Gibran ke SD Inpres Kaniti merupakan yang kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada Mei 2025. Pada kesempatan tersebut, Gibran menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada guru dan murid SD Inpres Kaniti. Sekolah ini mengalami renovasi pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto. Renovasi sekolah mencakup perbaikan 11 ruang kelas lama, pembangunan tiga ruang kelas baru, satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, dan satu unit toilet. Setelah meninjau hasil renovasi, Gibran memberikan motivasi kepada para siswa untuk semakin semangat dalam belajar. SD Inpres Kaniti kini memiliki total 420 siswa, didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan.

Source link

Hot Topics

Related Articles