Mengapa Anak Anda Masih Takut ke Dokter Gigi?

Mengapa Anak Anda Masih Takut ke Dokter Gigi?

Ketakutan anak terhadap dokter gigi ternyata belum benar-benar hilang, meski edukasi kesehatan sudah semakin mudah ditemukan di mana-mana. Dokter gigi Milad Shadrooh menilai, persepsi yang terlanjur terbentuk di masyarakat masih menjadi penghalang utama. Pria yang dikenal sebagai The Singing Dentist itu menyoroti bahwa banyak anak memandang ruang praktik gigi sebagai tempat yang menegangkan, bukan bagian dari perawatan kesehatan yang seharusnya biasa saja. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers yang diterima pada 10 April 2026.

Akar Ketakutan yang Sering Diabaikan

Mengacu pada Hellosehat, ada sejumlah faktor yang membuat seseorang, terutama anak-anak, enggan datang ke dokter gigi. Pengalaman buruk di masa lalu, ucapan orang tua yang tanpa sadar menakuti, hingga gambaran menyeramkan tentang alat-alat kedokteran sering kali membentuk kecemasan sejak dini. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap kondisi gigi yang buruk juga dapat membuat anak memilih menghindar, padahal justru perawatan lebih cepat dibutuhkan ketika masalah mulai muncul.

Situasi ini membuat kunjungan ke dokter gigi kerap datang terlambat. Anak yang sudah terlanjur takut biasanya sulit diajak bekerja sama, sehingga pemeriksaan dan tindakan medis menjadi makin berat. Karena itu, cara pendekatan terhadap anak dinilai sama pentingnya dengan tindakan perawatan itu sendiri.

Pendekatan Humanis Jadi Kunci

Milad menekankan bahwa perubahan cara pandang terhadap kesehatan gigi tidak cukup hanya lewat imbauan formal. Menurutnya, dokter gigi perlu hadir dengan pendekatan yang menarik, humanis, dan mudah dipahami agar pesan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat. Dalam era digital, informasi yang disampaikan secara sederhana namun tetap kuat justru lebih mudah diterima, terutama oleh keluarga muda dan anak-anak.

Ia juga menyoroti besarnya peran dokter gigi sebagai pendidik kesehatan, bukan semata-mata penyedia tindakan medis. Ketika komunikasi dibangun dengan baik, rasa takut bisa perlahan bergeser menjadi rasa percaya. Di titik inilah edukasi punya pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan merawat gigi sejak dini.

TeethTalk Academy Dorong Lahirnya Dentfluencer

Program TeethTalk Academy hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Pelatihan ini dirancang agar dokter gigi dapat berkomunikasi lebih efektif, meredakan kecemasan publik, dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perawatan gigi. Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, juga menegaskan bahwa peran dokter gigi dalam edukasi semakin penting di tengah arus informasi digital yang terus bergerak cepat.

Melalui program tersebut, diharapkan muncul generasi “dentfluencer” yang mampu menyampaikan edukasi kesehatan gigi secara relevan dan kredibel. Harapannya, para dokter dan profesional kesehatan gigi bisa membangun koneksi yang lebih kuat dengan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global, sehingga rasa takut ke dokter gigi perlahan tidak lagi menjadi kebiasaan turun-temurun.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles