DPR melalui Panitia Kerja Air Minum Dalam Kemasan (Panja AMDK) Komisi VII mendorong lahirnya standar konservasi air yang lebih seragam di industri AMDK nasional. Dorongan ini muncul setelah tim melakukan evaluasi lapangan terhadap praktik pelestarian lingkungan yang dijalankan PT Tirta Investama, produsen merek Aqua, di Klaten. Dari hasil peninjauan itu, para legislator menilai ada upaya pengelolaan sumber daya air yang patut dicermati dan berpotensi dijadikan acuan bagi pelaku industri lain.
Temuan Lapangan Dinilai Sejalan dengan Paparan Perusahaan
Ketua Tim Panja AMDK, Evita Nursanty, mengatakan hasil pengamatan di lapangan selaras dengan penjelasan yang sebelumnya disampaikan pihak perusahaan. Dalam kunjungan kerja tersebut, tim menemukan keberadaan sumur resapan, sumur pantau, hingga kegiatan penghijauan yang dinilai berjalan cukup baik. Menurut Evita, keberadaan fasilitas seperti sumur pantau menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan air tanah tetap terkendali dan tidak mengarah pada eksploitasi berlebihan.
Ia juga menyoroti sistem monitoring digital yang terpasang di lokasi sumur pompa. Teknologi itu memungkinkan pengambilan air dipantau secara terukur dan real-time, sehingga pengawasan terhadap penggunaan air menjadi lebih transparan. Bagi Panja, aspek ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari tata kelola air yang bertanggung jawab.
Pengelolaan Limbah dan CSR Turut Jadi Sorotan
Anggota Panja AMDK lainnya, Eva Monalisa, turut memberikan apresiasi atas pengelolaan limbah plastik yang dilakukan perusahaan. Selain itu, ia menilai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang menyediakan akses air bersih bagi masyarakat sekitar juga memberi nilai tambah dalam pengelolaan usaha. Meski begitu, Eva menekankan bahwa fungsi sumur pantau tetap krusial untuk menjaga stabilitas debit air agar pengambilan air tidak melampaui batas yang aman.
Dalam pandangan Panja, praktik semacam ini menunjukkan bahwa industri AMDK tidak hanya dituntut menghasilkan produk, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat di sekitar area operasional.
Menuju Standar Nasional Industri AMDK
Panja AMDK berharap pola pengelolaan sumber daya air yang diterapkan PT Tirta Investama dapat menjadi standar bagi seluruh pelaku industri AMDK di Indonesia. Di sisi lain, manajemen perusahaan disebut telah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional sejak 2021 untuk memvalidasi dampak pengelolaan air yang mereka jalankan.
Kerja sama itu menjadi bagian dari target Positive Water Impact 2030, yakni upaya agar volume air yang dikembalikan ke alam melalui program konservasi bisa melampaui jumlah air yang dipakai untuk produksi. Dengan arah kebijakan seperti ini, DPR menilai industri AMDK perlu bergerak ke praktik yang lebih terukur, transparan, dan bertanggung jawab terhadap sumber daya air yang digunakan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

