Adjie Negara, seorang Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, menekankan pentingnya pemilihan material bangunan yang aman dan bebas dari zat berbahaya seperti timbal untuk mendukung lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Dalam sebuah keterangan pers yang diterima pada pertengahan April 2026, Adjie mengingatkan bahwa timbal dalam cat rumah dapat menjadi risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap paparan zat berbahaya.
Dia menyarankan untuk melakukan perawatan dan inspeksi rutin pada bangunan dan fasilitas publik guna mencegah kerusakan material yang dapat mengakibatkan paparan timbal. Pemantauan secara berkala memungkinkan kerusakan ditemukan secara dini sehingga langkah perbaikan seperti pengecatan ulang bisa segera dilakukan.
Dalam hal kesehatan, timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi atau tanpa sengaja tertelan, dan dapat menyebabkan berbagai dampak negatif terutama pada perkembangan otak anak-anak. Karena itu, kesadaran akan bahaya timbal perlu ditingkatkan, dan regulasi terkait keamanan material bangunan menjadi krusial.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas kandungan timbal dalam cat di bawah 90 ppm, sebuah standar yang juga diadopsi oleh Indonesia melalui Standar Nasional Indonesia (SNI). Meskipun regulasi bebas timbal masih bersifat sukarela, kesadaran akan pentingnya penggunaan material aman semakin meningkat baik di tingkat global maupun lokal.
Untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong penerapan standar keamanan bebas timbal. Selain itu, edukasi kepada konsumen tentang pentingnya pemilihan material bangunan yang aman juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

