Pemprov Banten Kerjasama dengan Muhammadiyah untuk Pendidikan Anak

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkolaborasi dengan Muhammadiyah untuk memperkuat peran mereka sebagai mitra strategis dalam memajukan pendidikan dan melindungi anak-anak serta remaja di era digital. Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa pendidikan dan perlindungan anak dari dampak negatif perkembangan teknologi informasi adalah isu yang sangat penting bagi pemerintah. Beliau menyoroti perubahan besar dalam pola pergaulan generasi muda yang lebih banyak berlangsung di dunia maya ketimbang di dunia nyata, dan hal ini dapat berdampak buruk pada kualitas generasi bangsa di masa depan jika tidak diantisipasi.

Andra menjelaskan bahwa kebijakan ini akan benar-benar diimplementasikan dan berdampak nyata di lapangan, seperti pada acara Silaturahmi Idul Fitri di Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Banten. Gubernur Banten mengajak Muhammadiyah untuk bekerja sama dalam melakukan pengawasan penggunaan gawai, pembatasan waktu layar, meningkatkan literasi digital, dan membentuk akhlak mulia sejak dini di lingkungan sekolah. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang pelindungan anak di ruang digital.

Muhammad Syamsuddin, Ketua PW Muhammadiyah Banten, merespons positif ajakan tersebut dan menyatakan optimisme bahwa Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni akan semakin maju dan terang benderang. Beliau berharap Banten dapat menjadi pusat peradaban, bisnis, dan perdagangan, serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencapai kesejahteraan.

Syamsuddin juga menekankan bahwa Muhammadiyah mendukung kebijakan pemerintah yang baik bagi masyarakat, karena dakwahnya lebih terfokus pada esensi dan universalitas. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memajukan pendidikan dan melindungi anak-anak serta remaja di era digital.

Source link

Hot Topics

Related Articles