Dalam era kerja hibrida yang semakin berkembang, permintaan akan teknologi kolaborasi yang lebih cerdas dan adaptif semakin meningkat. Jabra memperkenalkan dua inovasi terbarunya, yaitu Jabra Evolve3 dan Jabra PanaCast Room Kit. Kedua produk ini ditujukan untuk memperkuat pengalaman komunikasi di era kerja modern dengan fokus pada kualitas audio dan video yang konsisten. Peluncuran ini menegaskan perlunya sistem kolaborasi perusahaan yang tidak hanya mengandalkan konektivitas, tetapi juga kualitas audio dan video yang handal di berbagai situasi kerja.
Dalam era kerja hibrida, komunikasi yang berkualitas sangat penting karena gangguan kualitas audio dapat mengganggu pertemuan virtual. Jabra merespons kebutuhan ini dengan memperkenalkan seri Evolve3, sebuah solusi audio berbasis kecerdasan buatan (AI). Evolve3 membawa teknologi Jabra ClearVoice yang didukung oleh deep neural network (DNN) dengan lebih dari 60 juta sampel suara. Fitur-fitur seperti pemisahan suara pengguna dari kebisingan latar tanpa mikrofon konvensional dan Adaptive Active Noise Cancellation (ANC) membantu menjaga kejernihan percakapan di berbagai situasi kerja. Selain itu, ketahanan baterai hingga 37 jam dan fitur pengisian cepat juga meningkatkan produktivitas pengguna sepanjang hari.
Seri Evolve3 tersedia dalam dua varian, Evolve3 85 dengan desain over-the-ear untuk isolasi suara maksimal dan Evolve3 75 yang lebih ringan dan fleksibel untuk penggunaan mobile. Tak hanya berfokus pada audio, Jabra juga meluncurkan PanaCast Room Kit sebagai solusi video kolaborasi untuk ruang rapat modern. Sistem ini menggunakan teknologi multi-camera berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menangkap sudut pandang hingga 180 derajat dan secara otomatis mengatur framing pembicara. Dengan konsep plug-and-play, PanaCast Room Kit didesain untuk memberikan kemudahan instalasi dan skalabilitas untuk berbagai ukuran ruang rapat.
Kehadiran Evolve3 dan PanaCast Room Kit diharapkan dapat memperkuat komunikasi yang inklusif dan produktif bagi tim yang tersebar di lokasi yang berbeda. Trend penggunaan suara sebagai medium interaksi juga diprediksi terus meningkat, seperti hasil studi Jabra bersama London School of Economics yang menyatakan sekitar 60% profesional memperkirakan suara akan menjadi cara utama berinteraksi dengan teknologi dalam tiga tahun ke depan.

