DPR Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan BBM dan Elpiji

DPR Ingatkan Pemerintah Siapkan Penahan Dampak Jika BBM dan Elpiji Naik

Wacana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan gas elpiji 12 kilogram kembali memantik perhatian DPR. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya longgar, parlemen menilai pemerintah tidak cukup hanya menetapkan harga, tetapi juga wajib menyiapkan langkah antisipasi yang benar-benar bisa menahan dampaknya di lapangan.

Daya Beli Jadi Titik Rawan

Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo, menilai perubahan harga energi selalu punya efek berantai. Jika tidak dikendalikan dengan cermat, kenaikan BBM dan elpiji bisa langsung menekan daya beli masyarakat, terutama rumah tangga dengan pengeluaran yang sudah ketat sejak awal. Ia mengingatkan agar penyesuaian harga tidak melampaui batas kewajaran dan tetap berada dalam koridor nilai keekonomian.

Menurut Sartono, kebijakan energi tidak bisa dipandang semata dari sisi fiskal atau kepentingan bisnis. Begitu harga bergerak naik, dampaknya menjalar ke pelaku usaha kecil, biaya transportasi, hingga kebutuhan harian masyarakat rentan. Karena itu, ia menilai antisipasi harus disiapkan sebelum gejolak muncul, bukan setelah beban masyarakat terlanjur naik.

Transparansi dan Pasokan Harus Dijaga

Selain soal besaran harga, Sartono juga menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan alasan penyesuaian. Publik, kata dia, perlu memahami bahwa kebijakan tersebut tidak muncul tiba-tiba, melainkan berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan fiskal dan stabilitas energi nasional. Komunikasi yang jelas dinilai penting agar tidak terjadi salah paham di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ketersediaan pasokan juga tidak boleh luput dari perhatian. Pemerintah diminta memastikan distribusi tetap lancar agar tidak muncul kepanikan atau lonjakan permintaan yang justru memperburuk situasi di pasar. Tanpa pengelolaan yang rapi, penyesuaian harga berisiko memicu ketidakstabilan yang lebih luas.

Energi Alternatif dan Perlindungan Kelompok Rentan

Untuk meredam efek lanjutan dari potensi kenaikan BBM nonsubsidi dan elpiji 12 kilogram, Sartono mendorong percepatan pengembangan energi alternatif. Menurutnya, ketergantungan yang terlalu besar pada sumber energi tertentu membuat masyarakat selalu berada dalam posisi rentan setiap kali harga global bergejolak.

Ia juga menekankan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada kelompok masyarakat yang paling mudah terdampak. Dengan mitigasi yang tepat, tekanan terhadap daya beli memang bisa ditekan. Namun semua itu hanya akan efektif bila pemerintah mampu menjaga stabilitas pasokan, mengelola penyesuaian harga secara hati-hati, dan merespons dinamika energi global dengan lebih sigap.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles