Rekor MURI Pecah di Tekiro Mechanic Competition 2026: 90 Ribu Siswa Ikut!

Rekor MURI Pecah di Tekiro Mechanic Competition 2026: 90 Ribu Siswa Ikut

Tekiro Mechanic Competition 2026 mencatat capaian yang sulit diabaikan. Ajang kompetisi teknik otomotif ini diikuti 89.565 peserta dari 544 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia, angka yang kemudian mengantarkannya meraih pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Besarnya partisipasi itu sekaligus memperlihatkan tingginya minat pelajar vokasi terhadap bidang otomotif yang makin menuntut ketepatan, logika, dan kemampuan praktik.

Seleksi Ketat, Hanya 10 Sekolah Tembus Final Nasional

Di balik jumlah peserta yang masif, proses penyaringan berlangsung sangat ketat. Dari puluhan ribu siswa yang ambil bagian, hanya 10 sekolah terbaik yang berhasil melaju ke babak final nasional. Mereka harus melewati rangkaian ujian yang mengukur kemampuan teknis, ketelitian dalam diagnosis, serta pemahaman terhadap sistem kerja kendaraan modern.

Format kompetisi ini dirancang bukan sekadar untuk mencari juara, tetapi juga untuk menilai kesiapan peserta menghadapi tantangan nyata di lapangan. Setiap tahapan menuntut peserta berpikir cepat, bekerja sistematis, dan membaca persoalan teknis secara akurat.

Ajang Lomba yang Dekat dengan Dunia Kerja

Presiden Direktur PT Altama Surya Anugerah, Oscar Sutjiadi, menegaskan bahwa capaian tersebut punya arti penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Menurutnya, kompetisi ini bukan hanya arena adu kemampuan, melainkan juga simulasi yang mendekatkan siswa pada ritme kerja di industri otomotif.

Melalui pendekatan itu, peserta tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk membangun pola pikir analitis dan disiplin kerja yang dibutuhkan di bengkel profesional. Karena itu, Tekiro Mechanic Competition dipandang relevan sebagai jembatan antara sekolah dan dunia industri.

Hadiah, Golden Ticket, dan Dorongan untuk Ekosistem Vokasi

Para pemenang dalam kompetisi ini tidak hanya membawa pulang hadiah, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk masa depan mereka. Di antaranya adalah kesempatan berkarier di jaringan bengkel profesional serta akses jalur pendidikan melalui golden ticket.

Dengan skala peserta yang besar dan standar penilaian yang relevan, ajang ini diharapkan ikut memperkuat ekosistem vokasi nasional. Tekiro Mechanic Competition 2026 pun menjadi penanda bahwa pendidikan otomotif di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih kompetitif, terukur, dan selaras dengan kebutuhan industri.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Hot Topics

Related Articles