Di tengah dorongan agar Indonesia tak terus bergantung pada bahan baku dan produk farmasi impor, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan pentingnya penguatan industri substitusi impor di sektor kesehatan. Pesan itu ia sampaikan saat meresmikan Pabrik Line 4 Satoria Pharma di Pasuruan, Jawa Timur, sebuah langkah yang disebutnya relevan dengan kebutuhan memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.
Masih Bergantung pada Bahan Baku Impor
Khofifah menilai, meski proses produksi obat sudah banyak dilakukan di dalam negeri, persoalan utama belum sepenuhnya selesai. Bahan baku obat masih banyak didatangkan dari luar negeri. Kondisi itu, menurut dia, membuat penguatan sektor hulu menjadi pekerjaan penting agar industri farmasi Indonesia tidak hanya berhenti pada tahap perakitan dan pengolahan.
Dalam pandangan Khofifah, kehadiran PT Satoria Aneka Industri melalui unit bisnis Satoria Pharma menjadi salah satu contoh konkret upaya substitusi impor. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan industri di daerah, sekaligus membuka ruang bagi ekosistem farmasi nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Pasuruan Diproyeksikan Menerima Dampak Ekonomi
Selain menyoroti aspek kemandirian, Khofifah juga mengapresiasi kontribusi PT Satoria Aneka Industri terhadap perkembangan industri farmasi di Pasuruan. Kehadiran pabrik baru ini diharapkan tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memberi efek ekonomi yang lebih luas bagi wilayah setempat.
Ia turut menekankan pentingnya peran sektor kesehatan dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri. Menurut Khofifah, rumah sakit di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu menjadi bagian dari penguatan pasar domestik bagi produk farmasi nasional.
14 Rumah Sakit Jadi Bagian dari Strategi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini mengelola 14 rumah sakit, termasuk RSUD Dr. Soetomo yang memiliki kapasitas tempat tidur terbesar di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Khofifah berharap produksi cairan infus dari Satoria Pharma dapat ikut memenuhi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit tersebut, sehingga rantai pasok kesehatan di daerah semakin kuat dan tidak terlalu bergantung pada pasokan luar negeri.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

