DPR Mendorong KNKT Investigasi Kecelakaan KA dan KRL di Bekasi Timur

DPR Desak KNKT Segera Lakukan Investigasi Mendalam terkait Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Desakan tersebut disampaikan sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap insiden transportasi tidak hanya dipandang sebagai kejadian tunggal, tetapi juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional.

Evaluasi Total Sistem Keselamatan Perkeretaapian

Teguh menegaskan bahwa hasil investigasi KNKT harus menjadi dasar bagi perbaikan menyeluruh yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari operator, regulator, hingga lembaga pengawas transportasi. Evaluasi tidak boleh hanya berhenti pada penetapan penyebab kecelakaan semata, tetapi harus diteruskan pada reformasi sistem keselamatan yang nyata.

Legislator Partai NasDem itu juga mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperkuat sistem peringatan dini berbasis teknologi modern guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

Peran Teknologi dalam Keamanan Transportasi

Mengingat meningkatnya mobilitas dan kompleksitas operasional transportasi perkeretaapian, keberadaan sistem peringatan dini merupakan kebutuhan mutlak. Teknologi harus dimanfaatkan untuk membaca potensi bahaya lebih awal, termasuk dari sisi jalur, cuaca ekstrem, gangguan teknis, maupun faktor operasional lainnya. Menurut Teguh, sistem tersebut harus terintegrasi dengan pusat kendali operasional untuk respons yang cepat dan real time terhadap potensi bahaya.

Selain menyoroti aspek teknis, Teguh juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan disiplin saat melintasi perlintasan kereta api, demi keselamatan bersama. Baginya, keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, dan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur harus direspons dengan reformasi sistem keselamatan yang nyata untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan, serta sebagai bentuk penghormatan terhadap korban jiwa dan luka-luka yang terkena dampak kecelakaan tersebut.

Source link

Hot Topics

Related Articles