Deepal S07 Huawei LiDAR Edition: Ancaman Serius Bagi Rival Jepang dan Eropa







Deepal S07 Huawei LiDAR Edition Ancam Rival Jepang dan Eropa

Deepal S07 Huawei LiDAR Edition Ancam Rival Jepang dan Eropa

Di antara seluruh lini kendaraan yang dipamerkan, Deepal S07 Huawei LiDAR Edition menjadi salah satu model yang paling ramai dibicarakan pengunjung maupun media internasional. SUV elektrifikasi ini tampil sebagai representasi nyata bagaimana teknologi intelligent driving mulai bergerak dari segmen premium super mahal menuju kendaraan yang lebih realistis untuk pasar massal.

Teknologi Huawei LiDAR dan Huawei ADS Intelligent Driving System

Namun yang membuatnya langsung mencuri perhatian adalah penggunaan sistem Huawei LiDAR dan Huawei ADS intelligent driving system. Teknologi tersebut sebelumnya identik dengan kendaraan premium bernilai ratusan ribu yuan. Kini Deepal mencoba menghadirkannya di segmen yang jauh lebih terjangkau.

Deepal menyebut langkah ini sebagai upaya untuk “mendemokratisasi teknologi intelligent driving” agar lebih banyak konsumen dapat merasakan pengalaman berkendara semi otonom tanpa harus membeli kendaraan ultra-premium.

Teknologi LiDAR dan Huawei ADS

“Deepal S07 membawa pengalaman intelligent driving premium menjadi lebih dekat dengan kebutuhan pengguna global,” tulis perusahaan dalam presentasi resminya di Beijing Auto Show 2026. Teknologi LiDAR sendiri berfungsi membantu kendaraan membaca lingkungan sekitar dengan akurasi tinggi melalui sensor laser. Sistem ini memungkinkan mobil mengenali objek, kendaraan lain, marka jalan, hingga kondisi lalu lintas secara real-time.

Dipadukan dengan Huawei ADS, kendaraan mampu membantu pengemudi dalam berbagai skenario seperti adaptive cruise control, lane centering, penghindaran objek, hingga navigasi semi otomatis. Bagi pengguna urban modern, fitur tersebut jelas menjadi daya tarik besar karena membuat pengalaman berkendara terasa jauh lebih ringan dan aman, terutama di lalu lintas padat.

Desain dan Performa

Namun Deepal S07 tidak hanya mengandalkan teknologi. Dari sisi desain, SUV ini tampil modern dengan karakter sporty khas kendaraan elektrifikasi generasi baru. Siluet bodi dibuat tegas namun tetap aerodinamis, sementara detail pencahayaan futuristik memperkuat identitas mobil listrik modern.

Masuk ke kabin, nuansa teknologi langsung terasa dominan. Tata letak interior dibuat minimalis dengan orientasi digital yang sangat kuat. Layar besar, sistem infotainment pintar, hingga konektivitas berbasis AI menjadi bagian utama pengalaman berkendara.

Performa dan Efisiensi

Soal performa dan efisiensi, Deepal S07 juga tampil impresif. SUV ini sudah menggunakan sel baterai CATL serta Golden Shield Battery yang diklaim memiliki standar keamanan tinggi. Deepal menyebut teknologi baterai tersebut telah digunakan di lebih dari 700 ribu kendaraan tanpa kasus thermal runaway. Dari sisi jarak tempuh, Deepal S07 menawarkan kemampuan long range yang menjadi salah satu keunggulan utamanya di pasar elektrifikasi global. Pengisian daya cepat juga menjadi nilai jual penting. Sistem fast charging memungkinkan waktu pengisian jauh lebih efisien untuk mendukung mobilitas tinggi pengguna modern.

Di Beijing Auto Show 2026, Deepal bahkan secara terang-terangan memperlihatkan ambisi mereka untuk memimpin era intelligent mobility. Area booth mereka dipenuhi demonstrasi teknologi mulai dari sistem autonomous driving level 3, FORCE Ultra Integrated Electric Drive, hingga konektivitas kendaraan-ke-rumah hasil kerja sama dengan Haier.

Lewat pendekatan tersebut, Deepal ingin menunjukkan bahwa masa depan mobil bukan hanya soal mesin atau baterai, tetapi bagaimana kendaraan menjadi bagian dari kehidupan digital pengguna. “Deepal bukan hanya tentang kendaraan listrik. Kami ingin menciptakan ekosistem mobilitas cerdas yang benar-benar relevan dengan gaya hidup generasi masa depan,” lanjut perusahaan.

Terlihat perkembangan ini, ancaman terhadap dominasi SUV Jepang dan Eropa di masa depan tampaknya semakin nyata. Karena ketika teknologi premium mulai bisa diakses dengan harga yang lebih rasional, peta persaingan otomotif global bisa berubah jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.


Source link

Hot Topics

Related Articles